WARTANESIA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Kalenak Murib kembali menebar teror di tanah Papua. Kali ini, aksi brutal mereka terjadi di Kampung Lambera, Distrik Yugumoak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam penyerangan tersebut, tiga warga sipil dilaporkan tewas secara mengenaskan.
Korban yang menjadi sasaran keganasan kelompok bersenjata yang juga dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini adalah Minanggen Wijangge, Patiago Tabuni, dan Oriup Murib. Ketiganya ditembak mati tanpa ampun oleh KKB pada Kamis, (19/6/2025).
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula dari konflik internal di tubuh kelompok tersebut. Motif penyerangan diduga dipicu kemarahan Kalenak Murib setelah mengetahui istri ketiganya berselingkuh dengan salah satu anak buahnya yang bernama Minanggen Wijangge.
“Hal ini membuat Kalenak Murib naik pitam hingga memicu aksi penembakan terhadap korban,” ujar Brigjen Faizal dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025).
Usai kejadian, situasi di Kampung Lambera menjadi mencekam. Warga dilaporkan berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni ke Distrik Megeabume dan Distrik Sinak, guna menghindari kemungkinan serangan susulan dari kelompok bersenjata tersebut.
Menyikapi peristiwa ini, tim gabungan dari Polsek Sinak bersama Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Upaya pengejaran terhadap pelaku tengah dilakukan dan aparat menjanjikan tindakan tegas.
“Ini adalah aksi biadab yang menyasar warga sipil tak berdosa. Kami tidak akan tinggal diam. Operasi Damai Cartenz akan terus mengejar dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Brigjen Faizal.
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Ia meminta warga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat keamanan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada aparat. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjamin rasa aman,” tandasnya.













