Soal Heli Mendarat Darurat hingga Disebut Tanam Sawit Berbuah Emas, DPRD Pohuwato akan Panggil LIL dan Dishub

WARTANESIA – DPRD Pohuwato berencana akan memanggil pihak Bandara Panua, Dinas Perhubungan Pohuwato,  serta PT Loka Indah Lestari (LIL), terkait  insiden pendaratan darurat helikopter milik PT Komala Indonesia, yang terjadi pada Kamis (29/5/2025). Ini sebagaimana penyampaian salah satu Anggota DPRD Pohuwato, Rizal Pasuma.

Menurut Rizal, adanya dugaan informasi aktivitas terselubung yang diduga dilakukan oleh PT LIL, harus diperjelas. Pihak LIL harus memberikan keterangan resmi di hadapan DPRD Pohuwato.

banner 468x60

“Kami baca informasi di media bahwa helikotper yang mendarat darurat itu diduga ada kaitannya dengan aktivitas perusahaan, di mana PT LIL ini diduga melakukan aktivitas pertambangan emas, sementara izin perusahaan itu perkebunan sawit. Nah ini harus jelas,” tegas Rizal.

“Sudah bukan rahasia lagi kalau LIL itu disebut melakukan aktivitas pertambangan emas. Tanam sawit berbuah emas. Kan pernah mereka secara terbuka mengakui telah melakukan pengambilan sampel emas, ini patut dipertanyakan,” sambungnya.

Selain LIL, pemanggilan pihak Bandara Panua dan Dinas Perhubungan Pohuwato kata Rizal, untuk memberikan keterangan resmi terkait izin penerbangan.

“Apa lagi kita dengar helikopter itu diduga tidak berizin. Ini juga harus diperjelas. Makanya kita akan panggil, undang, nanti mungkin pekan depan. Tidak mungkin rakyat biasa bisa sewa helikopter. Itu hanya bisa dilakukan oleh orang berduit,” bebernya. (Lan)