WARTANESIA – Tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Popayato, Kabupaten Pohuwato, meminta anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Pasuma, untuk menunda rencana pembukaan aktivitas hiburan hoya-hoya yang disebut-sebut akan berlangsung di kawasan Popayato.
Permintaan tersebut disampaikan warga karena lokasi kegiatan hoya-hoya yang direncanakan berada tepat di depan masjid. Kondisi itu dinilai tidak tepat, terlebih umat Muslim saat ini tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal sekitar tujuh hari lagi.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai kegiatan hiburan seperti hoya-hoya berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa, terutama karena lokasi kegiatan berada di area yang sangat dekat dengan tempat ibadah.
Menurut mereka, menjaga suasana kondusif menjelang Ramadan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk para pemangku kepentingan di daerah.
Selain meminta penundaan kepada pihak terkait, masyarakat juga memperingatkan jika kegiatan tersebut tetap dipaksakan untuk dibuka, maka warga berencana melakukan aksi protes atau demonstrasi sebagai bentuk penolakan.
“Kami meminta agar kegiatan itu ditunda dulu. Lokasinya berada di depan masjid, sementara Ramadan sudah sangat dekat. Jika tetap dipaksakan, masyarakat akan turun melakukan aksi,” ungkap Rizal menirukan salah satu tokoh masyarakat Popayato, Jum’at (13/03/2026).
Tokoh masyarakat juga mendesak pihak kepolisian, khususnya Polres Pohuwato, untuk meninjau kembali bahkan mencabut surat izin aktivitas hiburan tersebut apabila memang telah dikeluarkan.
“Mereka (masyarakat) meminta pihak kepolisian mencabut izin itu, untuk menjaga ketertiban dan menghormati suasana religius masyarakat menjelang bulan suci,” jelas Rizal
Rizal menuturkan Pemerintah Kabupaten Pohuwato sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran, yang mengatur pembatasan aktivitas hiburan malam selama bulan Ramadan.
“Kebijakan yang di keluarkan pemerintah harus di taati, bertujuan menjaga kekhusyukan ibadah umat Muslim,” tutup Rizal












