Desakan Publik, Polres Akan Pariksa Zay Umuri, Pemilik Lokasi PETI Maut di Petabo

WARTANESIA – Kepolisian Polres Pohuwato bakal melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pertambangan emas tanpa izin (Peti), Zay Umuri, yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia pada Sabtu (5/7/2025) kemarin.

Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, melalui Humas, Bripka Dersi Akim pada Minggu (6/7/2025) mengatakan bahwa, proses pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap para pihak, akan dilakukan pada Senin (7/7/2025).

banner 468x60

“Kita belum bisa menyampaikan itu, sebelum ada hasil BAP saksi-saksi. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan, mungkin Senin,” ujar Dersi Akim melalui pesan WhatsApp,Minggu (6/7/2025).

Sebelumnya, peristiwa berdarah terjadi di lokasi Peti Petabo, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Seorang warga bernama Nani Atune, asal Kecamatan Buntulia, dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa batu di lokasi tambang ilegal yang diduga milik Zay Umuri di kawasan PETI Petabo, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, pada Sabtu pagi (5/7/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 07.00 WITA. Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat kejadian, korban sedang beraktivitas di bagian bawah area tambang, sementara, di saat bersamaan, ada alat berat tengah dioperasikan di bagian atas bukit.

Tanpa mengetahui keberadaan korban di bawah, alat berat melakukan aktivitas pengupasan tanah, hingga batu besar meluncur dan menghantam kepala korban.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah dan pendarahan hebat di bagian kepala.

Kejadian ini membuat banyak pihak mendesak pihak Kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas, serta melakukan pemeriksaan terhadap pemilik lokasi.

Salah satunya, Ketua DPD Lembaga Analisis Hak Asasi Manusia LAHAM Pohuwato Ismail Hippy. Ia mendesak aparat kepolisian agar segera menindak tegas para pelaku tambang ilegal yang telah berulang kali merenggut nyawa warga.

“Kami minta kepolisian bertindak tegas. PETI di kawasan Petabo ini sudah berkali-kali memakan korban. Tangkap pelakunya, Jay dan Jul. Ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” tegas Ismail.

Sementara itu, Kepala Desa Hulawa, Erna Giasi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait penyebab kematian korban.

“Iya benar, ada yang meninggal di Petabo, di lokasi PETI milik Zay Umuri. Tapi saya belum tahu apa penyebab pastinya,” kata Erna.