WARTANESIA – Gelombang protes besar-besaran bakal mengguncang Kabupaten Pohuwato. Ribuan massa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Anti Penindasan (Bara Api) berencana menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik strategis pada awal Mei mendatang.
Rencana aksi tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan bernomor 001/Bara-api/IV/2026 yang telah dilayangkan kepada Kapolres Pohuwato.
Dalam surat itu, massa aksi dijadwalkan turun ke jalan mulai Jumat, 1 Mei hingga Kamis, 7 Mei 2026, setiap pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.
Sedikitnya 5.000 orang diklaim akan ikut dalam aksi yang rencananya dipimpin oleh Yosar Ruiba tersebut, dengan membawa perlengkapan berupa sound system, spanduk, bendera hingga tali rafia.
Tiga titik yang menjadi sasaran aksi yakni Mapolres Pohuwato, Kantor Bupati Pohuwato, dan kantor anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold.
Dalam surat pemberitahuannya, Bara Api menduga adanya tindakan kriminalisasi dan intimidasi yang dialami masyarakat penambang di Pohuwato, khususnya penambang di wilayah Pani Dalam dan Pani Luar.
“Teriring salam dan doa semoga Tuhan berpihak pada kami, di tengah kemelut kriminalisasi dan intimidasi yang menjadi sarapan wajib setiap hari untuk kami rakyat penambang Pohuwato pada umumnya dan Pani Dalam/Pani Luar pada khususnya,” tulis pernyataan dalam surat tersebut.
Mereka juga menyoroti operasi penyisiran dan pengusiran terhadap penambang rakyat di lima wilayah tambang, yakni Alamotu, Nanasi, Dulamayo, Sungai Kaya, dan Borose.
Bara Api mengatakan operasi tersebut dilakukan secara masif oleh tim pengamanan perusahaan yang berafiliasi dengan PT Merdeka Copper Gold melalui sejumlah anak perusahaannya.
Tak hanya itu, massa aksi juga menuntut penyelesaian pembayaran lahan masyarakat penambang yang disebut telah masuk dalam wilayah konsesi perusahaan.
“Selain itu, soal belum diselesaikannya pembayaran lokasi masyarakat penambang yang masuk dalam konsesi perusahaan juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aspirasi kami nanti,” lanjut isi surat tersebut.
Aksi ini diprediksi akan menjadi salah satu demonstrasi terbesar di Pohuwato dalam beberapa tahun terakhir, mengingat jumlah massa yang diklaim mencapai ribuan orang serta berlangsung selama sepekan penuh.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Pohuwato, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, maupun pihak PT Merdeka Copper Gold terkait rencana aksi tersebut.












