WARTANESIA.ID – Tersiar kabar bahwa satu orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Gorontalo, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena, berprofesi sebagai pengusaha. Informasi tersebut beredar di kalangan warga dan sejumlah pihak setempat, meski hingga berita ini diturunkan KPK belum merilis identitas resmi orang tersebut.
Bupati Sirajudin sendiri diamankan tim penyidik KPK di Jakarta, Senin (21/9/2026). “Untuk Bupati diamankan di Jakarta,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Selain Bupati Sirajudin, KPK menangkap 13 orang lainnya di tiga lokasi berbeda — Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
“Lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Utara. Kemudian, delapan orang diamankan di wilayah Sulawesi Utaranya, di antaranya di Kabupaten Bolmut itu sendiri, dan satu orang lainnya diamankan di wilayah Gorontalo,” ungkap Budi.
Budi menyebutkan, para pihak yang ditangkap dalam operasi ini terdiri dari unsur penyelenggara negara serta pihak swasta. Sosok yang disebut-sebut sebagai pengusaha asal Gorontalo tersebut diduga termasuk dalam unsur swasta yang dimaksud, meski KPK belum memberikan konfirmasi resmi soal identitas maupun perannya.
Bupati Sirajudin sendiri diamankan tim penyidik KPK di Jakarta. “Untuk Bupati diamankan di Jakarta,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Selain Bupati Sirajudin, KPK menangkap 13 orang lainnya di tiga lokasi berbeda, Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Salah satu dari mereka, yang diamankan di wilayah Gorontalo, diketahui berprofesi sebagai pengusaha.
“Lima orang diamankan di Jakarta, salah satunya adalah Bupati Bolaang Mongondow Utara atau Bolmut, salah satu kabupaten di wilayah Sulawesi Utara. Kemudian, delapan orang diamankan di wilayah Sulawesi Utaranya, di antaranya di Kabupaten Bolmut itu sendiri, dan satu orang lainnya diamankan di wilayah Gorontalo,” ungkap Budi.
Budi menyebutkan, para pihak yang ditangkap dalam operasi ini terdiri dari unsur penyelenggara negara serta pihak swasta, di mana pengusaha asal Gorontalo tersebut termasuk dalam unsur swasta yang dimaksud.














