WARTANESIA – Di tengah duka yang masih membekas akibat banjir bandang yang menerjang Desa Bohusami dan Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi, Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Sosial menunjukkan kepedulian nyata. lewat layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para korban dan penyintas bencana alam, yang dilaksanakan pada Kamis (26/6/2025).
Kegiatan yang dilakukan secara kolaboratif dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) ini menyasar enam titik pengungsian di dua desa terdampak.
Tidak hanya memberikan penguatan psikologis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian makanan tambahan khusus untuk anak-anak, kelompok rentan yang paling membutuhkan perhatian khusus di masa pemulihan.
“Layanan Dukungan Psikososial ini ibarat nutrisi psikis bagi para korban dan penyintas. Ini bagian dari tugas pokok kami di Dinas Sosial, sebagaimana tercantum dalam Standar Pelayanan Minimum bersama dengan pemberian makanan, sandang, tempat penampungan, dan penanganan kelompok rentan,” ujar Kepala Dinas Sosial Pohuwato, Ramon Abdjul, melalui Sekretaris, Nanang Laisa.
Dalam situasi krisis seperti ini kata Nanang, aspek psikososial menjadi sangat penting. Anak-anak yang mengalami trauma, orang dewasa yang kehilangan rumah atau bahkan anggota keluarga, serta lansia yang terguncang secara emosional, semuanya membutuhkan pendampingan, bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan emosional.
“Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial dan Tagana tidak hanya hadir sebagai petugas, tetapi sebagai sahabat yang menguatkan, pendengar yang sabar, serta penyemai harapan bagi masyarakat yang tengah mencoba bangkit dari keterpurukan,” harapnya.
Untuk diketahui, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (20/6/2025) lalu itu menyisakan luka mendalam. Data resmi mencatat sebanyak 85 kepala keluarga dengan total 318 jiwa terdampak. Lebih pilu lagi, dua warga Desa Tuweya dinyatakan meninggal dunia akibat terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba.













