Pohuwato Tutup, Toko Emas di Kota Gorontalo Tetap Buka

WARTANESIA – Sejumlah toko emas di Kota Gorontalo tetap melayani transaksi jual beli emas seperti biasa, berbeda dengan kondisi di Kabupaten Pohuwato yang belakangan ini dikabarkan menutup pembelian emas dari para penambang.

Pantauan di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo, Selasa (3/3/2026), menunjukkan aktivitas perdagangan emas berjalan normal.

banner 468x60

Sejumlah gerai yang berada di sentra perdagangan emas ibu kota provinsi tersebut, tetap membuka layanan dan menerima transaksi, termasuk pembelian emas dari masyarakat.

Sekitar pukul 08.45 Wita, beberapa toko masih tampak tertutup. Namun memasuki pukul 09.00 Wita, satu per satu gerai mulai membuka pintu dan melayani pembeli seperti biasa.

Salah satu pemilik Toko Emas Istana, Maulana, menjelaskan jam operasional toko-toko emas di kawasan tersebut umumnya dimulai sekitar pukul 09.00 Wita.

“Biasanya buka jam sembilan. Yang lain mungkin menyusul sekitar jam sepuluh,” ujarnya.

Ia menegaskan tokonya tetap menerima pembelian emas dari masyarakat, termasuk emas yang dijual langsung oleh warga.

“Kalau harga beli, kami tetap membeli sesuai ketentuan yang ada,” katanya.

Maulana menyebutkan, harga emas di tokonya saat ini berada di angka Rp2.305.000 per gram. Harga tersebut mengikuti ketetapan dari pabrik atau distributor tempat mereka mengambil pasokan.

“Kami ambil sesuai pabrik, dan harga yang keluar dari sana yang kami gunakan,” jelasnya.

Kondisi ini berbeda dengan sejumlah toko emas di Pohuwato, dikabarkan tidak lagi membeli emas hasil tambang dari para penambang lokal.

Situasi ini membuat para penambang kesulitan menjual hasil tambang mereka, terutama menjelang kebutuhan Lebaran.

Perbedaan kondisi antara Kota Gorontalo dan Pohuwato ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya para penambang yang menggantungkan penghasilan dari penjualan emas hasil tambang mereka.