WARTANESIA.ID — Tiga orang dilaporkan mengalami luka serius dalam insiden kecelakaan di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Ironisnya, hingga Jumat (4/9/2026), belum ada penjelasan resmi dari Polres Pohuwato mengenai peristiwa yang terjadi pada Rabu (2/9/2026) tersebut.
Insiden dilaporkan terjadi ketika sebuah ekskavator yang berada di lokasi pertambangan tiba-tiba tergelincir.
Tiga orang yang berada di sekitar alat berat tersebut kemudian menjadi korban.Informasi yang dihimpun WARTANESIA.ID menyebutkan, ketiga korban masing-masing berinisial R, A, dan R. Salah seorang di antaranya diduga merupakan operator ekskavator.
Peristiwa bermula ketika alat berat tersebut disebut sedang dalam proses perbaikan. Pada saat itu, dilakukan pengelasan pada bagian bucket ekskavator.
Alat berat tersebut berada di kawasan tebing yang mengarah ke salah satu titik aktivitas penambangan.
Namun, situasi berubah dalam sekejap. Ekskavator tiba-tiba tergelincir hingga menyebabkan tiga orang dilaporkan mengalami luka serius.
Salah seorang korban diduga mengalami patah pada bagian pinggang. Korban lainnya mengalami patah kaki, sementara satu korban lain dilaporkan mengalami sejumlah luka pada tubuh. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis. Bahkan, salah seorang korban dikabarkan harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Gorontalo.
Tiga Korban, Banyak Pertanyaan Insiden ini tidak hanya menyisakan persoalan mengenai kecelakaan alat berat.
Status lokasi yang disebut sebagai aktivitas PETI membuat peristiwa tersebut memiliki dimensi yang lebih luas dan layak mendapat perhatian aparat penegak hukum.
Sejumlah pertanyaan pun muncul. Bagaimana sebenarnya kronologi ekskavator hingga bisa tergelincir? Mengapa alat berat berada di kawasan tebing ketika proses perbaikan dilakukan? Apakah prosedur keselamatan kerja telah diterapkan? Siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan orang-orang yang berada di lokasi? Dan yang tidak kalah penting, bagaimana sebenarnya aktivitas pertambangan di kawasan tersebut berlangsung?
Pertanyaan-pertanyaan itu tentu membutuhkan jawaban berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan secara profesional.
Polres Pohuwato Harus Turun dan TerbukaSeorang sumber yang mengetahui peristiwa tersebut berharap kepolisian tidak berhenti pada penanganan korban, tetapi juga mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan.
Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.
“Saya berharap pihak kepolisian bisa turun langsung menelusuri kejadian ini. Bukan hanya soal kecelakaannya, tetapi juga aktivitas pertambangan yang berlangsung di lokasi tersebut. Apalagi ada tiga orang yang menjadi korban,” ujar sumber tersebut.
Menurutnya, kecelakaan tersebut jangan sampai hanya dianggap sebagai insiden biasa tanpa mengungkap kondisi sebenarnya di lapangan.
“Jangan sampai peristiwa ini hanya dianggap sebagai kecelakaan biasa. Harus diketahui bagaimana kejadian sebenarnya dan siapa yang bertanggung jawab,” katanya.
Ia juga berharap kepolisian memberikan penjelasan kepada publik agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak hanya bergantung pada kabar yang beredar dari mulut ke mulut. Termasuk siapa pemilik lokasi dan pemodal PETI tersebut.
Polres Pohuwato Masih Bungkam
WARTANESIA.ID telah berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Humas Polres Pohuwato, Bripka Dersi Akim.
Namun, hingga berita ini disusun, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan mengenai kronologi kecelakaan, kondisi para korban, maupun langkah penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Dersi Akim mengaku belum mendapatkan informasi terkait kejadian tersebut.
“Belum ada info,” singkat Dersi.
Jawaban tersebut membuat informasi mengenai kecelakaan di PETI Tomula hingga kini masih menyisakan sejumlah tanda tanya.
Terlebih, terdapat tiga orang yang dilaporkan menjadi korban dan salah satunya diduga mengalami luka serius hingga harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Masyarakat pun menunggu kejelasan dari aparat penegak hukum mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lokasi PETI Tomula serta apakah akan ada langkah penyelidikan terhadap insiden tersebut.












