WARTANESIA.ID – Dana Transfer ke Daerah (TKD) terus menjadi salah satu penopang utama roda ekonomi dan pembangunan di Gorontalo. Per awal Triwulan IV Tahun 2026, realisasi penyaluran TKD untuk pemerintah daerah di lingkup KPPN Gorontalo mencapai Rp3,32 triliun, atau 83,53 persen dari pagu Rp3,97 triliun.
Dana sebesar itu tidak berhenti sebagai angka di laporan keuangan. Ia mengalir ke gaji aparatur, layanan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga program di tingkat desa. Seluruhnya bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Di tingkat paling bawah, Dana Desa telah tersalur 100 persen, yakni Rp135,48 miliar. Dana ini umumnya dimanfaatkan desa untuk pembangunan sarana dan prasarana, penguatan ekonomi masyarakat, serta program sosial desa. Penyaluran yang tuntas memberi kepastian bagi pemerintah desa untuk menuntaskan kegiatan sebelum tahun anggaran berakhir.
Di sektor pendidikan, Dana BOSP terealisasi 96,95 persen (Rp208,74 miliar). Dana ini membantu satuan pendidikan membiayai kebutuhan operasional agar kegiatan belajar mengajar berjalan lancar.
Sementara itu, DAU sebagai komponen terbesar telah tersalur Rp2,47 triliun (83,75 persen). Dana ini menjadi tulang punggung keuangan daerah untuk belanja pegawai dan layanan publik dasar. Ketika belanja daerah berjalan lancar, perputaran uang di tengah masyarakat ikut terjaga, mulai dari pedagang, pelaku usaha kecil, hingga penyedia jasa lokal.
DAU juga disalurkan untuk bidang-bidang spesifik. Penyaluran DAU bidang kesehatan, pendidikan, dan kelurahan di seluruh pemda telah berjalan bertahap sejak akhir Juni 2026. Kabupaten Gorontalo bahkan sudah menyalurkan hingga tahap kelima (tuntas) pada akhir September 2026.
Dalam konteks pembangunan, DAK Fisik menjadi perhatian karena langsung berwujud infrastruktur dan sarana layanan publik. Di wilayah Provinsi Gorontalo, nilai rencana kegiatan efektif mencapai Rp60,90 miliar, dengan kontrak yang sudah ditandatangani Rp59,68 miliar (98 persen). Artinya, hampir seluruh kegiatan fisik sudah memasuki tahap pelaksanaan.
Dana DAK Fisik yang telah disalurkan mencapai Rp41,20 miliar (67,66 persen). Penyalurannya mengikuti kemajuan pekerjaan, sehingga angka yang masih berjalan menunjukkan proyek sedang dikerjakan di lapangan.
Setiap proyek yang berjalan menyerap tenaga kerja dan material, sehingga memberi efek berantai/multiflyer bagi perekonomian lokal.














