WARTANESIA – Menanggapi keluhan masyarakat terkait penumpukan material tambang yang menyebabkan sedimentasi dan memperparah aliran sungai di wilayah Desa Bulangita dan Desa Teratai, sejumlah penambang di Kecamatan Marisa melakukan aksi pengerukan sungai pada Selasa (1/7/2025).
Langkah ini merupakan bentuk respons atas dampak aktivitas pertambangan yang dikeluhkan warga, terutama menjelang musim hujan yang rawan menimbulkan banjir. Pengerukan sedimentasi dilakukan di sepanjang sungai dan saluran air yang melintasi dua desa tersebut.
Kepala Desa Teratai, Simson Hasan, menyambut baik inisiatif ini dan berharap aksi serupa bisa dilakukan secara rutin.
“Kami berharap tanggung jawab sosial seperti ini dapat terus dilakukan. Desa Teratai termasuk wilayah rawan banjir saat musim hujan, jadi langkah ini sangat penting. Kami berterima kasih kepada para penambang atas kepedulian mereka,” ujar Simson.
Kegiatan ini sendiri sudah dimulai sejak 28 Juni 2025 dan direncanakan berlangsung secara berkesinambungan sebagai bagian dari komitmen sosial para penambang terhadap lingkungan sekitar.













