WARTANESIA – Seorang karyawan Pani Gold Project, berinisial MT (38), menjadi korban pembacokan oleh pria yang tak dikenalinya, saat hendak berangkat kerja. Insiden tersebut terjadi pada Senin sore (20/6/2025), di Desa Botubilotahu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Peristiwa bermula saat MT meninggalkan kos-kosannya di Desa Botubilotahu, menuju lokasi tambang emas di Desa Hulawa. Saat dalam perjalanan, ia sempat menyapa rekannya yang sedang berada di kios pinggir jalan.
“Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WITA, saya lagi dalam perjalanan ke tempat kerja. Saat itu saya sempat menyapa teman saya di kios, saya bilang ayo cepat,” ungkap MT kepada wartanesia.id.
Namun, tak berselang lama, seorang pria yang belakangan diketahui berinisial OY, warga Desa Botubilotahu, menyusul dari belakang sambil membunyikan klakson motornya. Awalnya, MT tidak menggubris karena mengira itu adalah temannya.
“Saya tidak kenal dengan pelaku. Tiba-tiba dari arah belakang dia berteriak, ‘Woy, pelan-pelan!’ Saya jawab, ‘Iya pak, saya pelan-pelan. Kalau saya ngebut, bapak tidak mungkin bisa menyusul saya,’” tutur MT.
Respons tersebut tampaknya membuat pelaku tersulut emosi. Ia kemudian melontarkan kata-kata bernada mengancam, menanyakan asal-usul MT dan tempat kerjanya. Merasa terintimidasi, MT segera meminta maaf.
“Saya bilang, ‘Maaf pak kalau saya salah. Saya buru-buru karena sudah terlambat kerja,’” jelasnya.
Namun permintaan maaf itu tidak diindahkan. Pelaku justru mengeluarkan sebilah parang dan menyerang MT secara membabi buta. Beruntung, MT berhasil menghindar meski mengalami luka di jari tangan kiri dan harus mendapatkan dua jahitan akibat sabetan senjata tajam tersebut.
Yang mengejutkan, usai kejadian, pelaku sempat menawarkan kaus yang dipakainya untuk membungkus luka korban, lalu pergi sambil berkata, “Sampai ketemu torang di atas.”. MT pun segera melaporkan insiden ini ke Polres Pohuwato.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni melalui Humas Polres, Bripka Dersi Akim, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Untuk sementara baru itu informasi yang bisa kami sampaikan. Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil pemeriksaan,” kata Dersi Akim melalui keterangan tertulis.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan guna mengungkap motif serta menangkap pelaku.










