OKP dan Ormas Siap Gabung Bara Api di Demo Akbar 1 hingga 7 Mei 2026

WARTANESIA – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Mei 2026, ribuan buruh tambang bersama sejumlah organisasi kepemudaan (OKP), organisasi masyarakat (Ormas), dan aktivis lingkungan di Kabupaten Pohuwato berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai Jumat (1/5/2026) hingga Kamis (7/5/2026).

banner 468x60

Demonstrasi akan dipusatkan di tiga titik utama, yakni Kantor Merdeka Gold Resources (anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk), Mapolres Pohuwato, dan Kantor Bupati Pohuwato.

Aksi ini disebut akan dipimpin oleh aktivis senior Pohuwato, Yosar Ruiba (YR), dengan estimasi massa mencapai sekitar 5.000 orang dari berbagai elemen.

Salah satu aktivis muda, Rahmat G. Ebu, yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pohuwato, menyatakan bahwa pihaknya bersama sejumlah LSM, OKP, dan komunitas masyarakat akan turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap buruh tambang serta masyarakat di wilayah lingkar tambang yang dinilai terdampak kebijakan perusahaan.

“Pada May Day nanti, kami bersama aktivis lingkungan, LSM, dan OKP akan turun dengan kekuatan sekitar 5.000 massa. Ini sebagai bentuk persatuan dan perlawanan terhadap dugaan ketidakadilan yang dirasakan buruh tambang dan masyarakat sekitar,” ujar Rahmat.

Menurutnya, aksi tersebut juga menjadi seruan bersama untuk menuntut pemenuhan hak-hak pekerja, menolak kebijakan yang dianggap lebih menguntungkan korporasi, serta mendesak pemerintah agar lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Rahmat menambahkan, isu yang diangkat tidak hanya terkait buruh, tetapi juga menyangkut dampak terhadap petani, nelayan, pedagang kecil, hingga penambang rakyat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Aksi ini menjadi momentum persatuan seluruh elemen untuk menyuarakan keadilan sosial, perlindungan ruang hidup, serta penghentian berbagai bentuk penindasan terhadap masyarakat,” tegasnya.

Sebagai informasi, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day merupakan agenda tahunan yang diperingati di berbagai negara, termasuk Indonesia. Momentum ini berakar dari perjuangan buruh di Amerika Serikat pada 1886 yang menuntut penerapan jam kerja delapan jam.

Di Indonesia, peringatan May Day umumnya diisi dengan berbagai aksi unjuk rasa yang membawa tuntutan peningkatan kesejahteraan buruh, penolakan sistem kerja yang merugikan, serta dorongan terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil.