WARTANESIA.ID – Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Rostin Pakili (40), diduga sengaja meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan suaminya.
Dugaan tersebut muncul setelah sang suami, Karim Ntodio (46), menemukan sebagian besar pakaian istrinya telah dibawa pergi, hingga kini Rostin belum memberikan kabar mengenai keberadaannya.
Karim menceritakan terakhir kali melihat istrinya pada Jumat (31/7/2026) pagi. Saat itu, ia baru tiba di rumah usai pulang dari Kota Palu bersama sang istri menjenguk anak yang melanjutkan studi pendidikan. Jumat pagi, Rostin diketahuinya mengantar anak ketiga mereka ke sekolah SD yang tak jauh dari rumah.
Menjelang siang, Karim berniat menjemput istri dan anaknya di sekolah. Namun, saat tiba di lokasi, keduanya sudah tidak berada di sana. Ia kemudian kembali ke rumah untuk mengambil sepeda motor dan kembali lagi ke sekolah dengan harapan dapat menemukan mereka, tetapi hasilnya tetap nihil.
Setibanya di rumah, Karim mendapati sebagian besar pakaian milik istrinya sudah tidak ada. Kondisi tersebut membuatnya menduga Rostin memang telah pergi meninggalkan rumah, bukan menjadi korban tindak kejahatan atau hilang secara misterius.
“Setelah saya lihat pakaian istri sudah banyak yang tidak ada di rumah, saya mulai menduga memang dia sengaja pergi,” ujar Karim, Rabu (5/8/2026).
Karim mengungkapkan, beberapa bulan sebelum peristiwa itu terjadi, rumah tangga mereka sempat diwarnai persoalan. Ia mengetahui istrinya pernah berkomunikasi dengan seorang pria yang tidak dikenalnya. Meski begitu, menurut Karim, masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan keduanya sepakat berdamai.
Sebagai bentuk komitmen mempertahankan rumah tangga, Karim mengaku pernah meminta agar kontak pria tersebut diblokir. Ia bahkan sempat menawarkan untuk merusak telepon genggam istrinya agar komunikasi dengan pria tersebut benar-benar terputus. Sebagai gantinya, Karim membelikan ponsel baru untuk sang istri.
“Masalah itu sebenarnya sudah kami selesaikan. Saya tidak lagi memperpanjang persoalan tersebut,” katanya.
Setelah istrinya tidak kunjung pulang, Karim berusaha melakukan pencarian ke sejumlah lokasi. Pada Senin, ia mendatangi rumah teman istrinya di Kota Gorontalo, namun tidak menemukan keberadaan Rostin. Pencarian kemudian dilanjutkan ke Bone Pantai, tempat tinggal keluarga istrinya, tetapi hasilnya pun sama.
Dari informasi yang diperoleh, sebelum meninggalkan rumah, Rostin sempat menyampaikan kepada beberapa anggota keluarga dan tetangga dirinya ingin pergi mencari pekerjaan.
Meski demikian, Karim mengaku heran karena istrinya pergi tanpa berpamitan kepadanya. Selain itu, seluruh pakaian pribadi Rostin juga dibawa, sehingga memperkuat dugaan kepergiannya memang telah direncanakan.
“Kalau memang niatnya mencari kerja, seharusnya memberi kabar kepada saya. Sampai sekarang saya sudah berusaha mencari, tetapi belum juga ditemukan,” ungkap Karim.
Karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Karim akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian di Kecamatan Randangan. Laporan itu dibuat agar keberadaan istrinya dapat diketahui sekaligus memberikan kepastian kepada pihak keluarga.
Hingga Rabu (5/8/2026), Rostin Pakili masih belum diketahui keberadaannya. Karim menginginkan istrinya segera memberikan kabar atau pulang ke rumah sehingga keluarga mengetahui kondisinya.
Dugaan Rostin sengaja meninggalkan rumah merupakan keterangan dari pihak suami, sementara keberadaan dan alasan kepergian Rostin hingga kini belum dapat dikonfirmasi.
Sebelumnya seorang ibu rumah tangga bernama Rostin Pakili (40), yang akrab disapa Otin, dilaporkan hilang oleh suaminya, Karim Ntodio (46), setelah tidak kembali ke rumah sejak Jumat (31/7/2026).






