Alhamdulillah, Pemda Pohuwato Segera Bangun Rumah Layak Huni untuk Pasutri Kurang Mampu di Desa Palopo

WARTANESIA – Harapan akan tempat tinggal yang layak akhirnya datang bagi pasangan suami istri kurang mampu, Husain Tangahu (51) dan Hadija Gani (52), warga Dusun Mekar Indah, Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.

Setelah sempat viral di media sosial karena tinggal di rumah yang memprihatinkan, pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pohuwato kini bergerak cepat.

banner 468x60

Pada Senin (16/6/2025), material bangunan mulai diangkut ke lokasi rumah Husain sebagai pertanda awal pembangunan. Rumah permanen dengan struktur bata itu direncanakan mulai dikerjakan dalam pekan ini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Pak Bupati Pohuwato, Dinas Perkim, dan juga Baznas yang ikut membantu. Inshaallah, dalam waktu dekat kami bisa menempati rumah baru,” ungkap Husain dengan mata berkaca-kaca.

Kondisi mengenaskan rumah Husain dan Hadija pertama kali menarik perhatian publik setelah diberitakan bahwa mereka dicoret dari daftar penerima bantuan desa, meski hidup dalam keterbatasan.

Sejak menetap di Palopo tahun 2010, Hadija mengaku hanya pernah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) satu kali pada 2023, dan PKH hanya sekali pula.

“Setelah itu, nama kami tidak pernah masuk lagi. Katanya digilir dengan warga lain,” tutur Hadija pada Kamis (1/5/2025).

Untuk menyambung hidup, Husain bekerja serabutan, sementara Hadija menjual kue di warung. Namun rumah yang mereka tempati tidak hanya sempit dan tua, tetapi juga rawan tergenang air saat musim hujan, meningkatkan risiko penyakit.

Melihat situasi itu, pada Jumat (2/5/2025), Kepala Dinas Perkim Pohuwato, Fadli Sanad, bersama Ketua Baznas Pohuwato, Daiman Ali, langsung meninjau rumah pasangan tersebut.

Fadli menegaskan bahwa pihaknya siap membangunkan rumah layak huni dengan dana dari APBD Kabupaten Pohuwato Tahun 2025.

“Struktur pondasi sudah ada, kami akan melanjutkan pembangunannya secara permanen dengan dinding bata,” ujar Fadli.

Baznas Pohuwato pun tidak tinggal diam. Daiman Ali menyatakan bahwa lembaganya siap mendukung pembangunan rumah tersebut, terutama dalam hal kebutuhan yang tidak dapat ditanggung oleh anggaran Perkim.

“Kami bantu untuk biaya tukang, pembuatan jamban, dan kebutuhan tambahan lainnya,” terang Daiman.

Sebelumnya, Kepala Desa Palopo, Agus Hulubangga, sempat mengklarifikasi bahwa nama Husain mungkin tidak masuk dalam daftar bantuan karena dianggap sudah menerima program lain, namun ia berjanji akan melakukan pengecekan ulang.

“Kami akan cek kembali datanya. Untuk bantuan rumah, sebelumnya memang sudah diverifikasi oleh Perkim Provinsi pada 2024, tapi belum ada tindak lanjut dari sana,” katanya.

Kini, dengan kolaborasi antara Dinas Perkim dan Baznas, impian Husain dan Hadija untuk memiliki tempat tinggal yang layak akhirnya akan segera terwujud.