WARTANESIA.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pohuwato membuka peluang bagi anak yatim piatu dan anak-anak putus sekolah untuk memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan gratis reparasi handphone dan laptop yang mulai digelar di Paviliun Smart Academy Marisa, Selasa (04/08/2026).
Pelatihan yang akan berlangsung selama satu bulan penuh itu diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Pohuwato. Selama pelatihan, peserta akan dibimbing untuk menguasai dasar-dasar perbaikan perangkat elektronik, mulai dari identifikasi kerusakan hingga praktik perbaikan handphone dan laptop.
Pimpinan Baznas Pohuwato, M. Rizali D. Hunowu, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian Baznas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi dan belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, keterampilan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri di tengah semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap jasa perbaikan perangkat elektronik.
“Pelatihan ini kami berikan secara gratis kepada anak yatim piatu dan anak-anak yang putus sekolah agar mereka memiliki keahlian yang bisa menjadi bekal bekerja maupun berwirausaha. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mengubah masa depan para peserta menjadi lebih baik,” ujar Rizali.
Rizali menjelaskan, pemilihan bidang reparasi handphone dan laptop bukan tanpa alasan. Saat ini penggunaan telepon genggam terus meningkat dan hampir setiap orang memiliki lebih dari satu perangkat, sehingga kebutuhan terhadap jasa perbaikan juga semakin besar.
“Kenapa kami memilih reparasi handphone? Karena jumlah handphone saat ini lebih banyak dibanding jumlah penduduk. Hampir setiap orang memiliki lebih dari satu handphone. Artinya peluang usaha di bidang ini masih sangat terbuka dan memiliki prospek yang baik,” jelas Rizali
Rizali berharap pelatihan tersebut dapat menginspirasi berbagai pihak, terutama kalangan pengusaha, untuk ikut berkontribusi menciptakan program pemberdayaan bagi generasi muda di Pohuwato.
“Semoga kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi para pengusaha lainnya agar bersama-sama memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk memperoleh keterampilan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Rizali
Sementara itu, Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, memberikan apresiasi atas inisiatif Baznas Pohuwato yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan seperti reparasi handphone dan laptop memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dapat langsung diterapkan setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
“Kami berharap program seperti ini tidak hanya dilaksanakan sekali saja, tetapi dapat terus berlanjut dalam jangka panjang, bahkan hingga tahun-tahun berikutnya. Dengan begitu semakin banyak anak-anak di Pohuwato yang memperoleh keterampilan dan memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” kata Iwan.
Ia juga berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai bekal bekerja maupun membuka usaha secara mandiri setelah pelatihan berakhir.
“Baznas Pohuwato tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk konsumtif, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang produktif, terampil, dan mampu menciptakan peluang ekonomi bagi diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya,” tutup Iwan












