WARTANESIA – Kabar menggembirakan datang dari dunia Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pohuwato. Sebanyak 7 produk UMKM lokal akhirnya berhasil menembus etalase ritel nasional Alfamart, sebuah pencapaian yang disambut antusias oleh Pemerintah Daerah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) Pohuwato, Ibrahim Kiraman, menyebut keberhasilan ini sebagai langkah luar biasa bagi kemajuan UMKM di daerah.
“Alhamdulillah, dari 15 pelaku UMKM yang sudah mengajukan produknya, tujuh sudah berhasil masuk ke Alfamart. Sisanya masih sementara dalam proses kurasi,” jelas Ibrahim, Rabu (20/8/2025).
Tak hanya berhenti di Alfamart, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan produk UMKM Pohuwato agar bisa masuk ke jaringan ritel lainnya, seperti Alfamidi.
“Alfamidi juga nanti akan masuk, sekarang masih kurasi. Semoga segera terealisasi,” bebernya.
Sementara itu, untuk jaringan Indomaret, pihaknya masih akan melakukan komunikasi lebih lanjut agar produk-produk UMKM Pohuwato juga bisa dijual di sana.
Dalam kesempatan yang sama, Ibrahim turut membeberkan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Pohuwato.
Menurut dia, dari total 12.461 UMKM yang tercatat, hanya sekitar 50 UMKM yang sudah memiliki izin lengkap, mulai dari PIRT, label halal, hingga sertifikasi BPOM.
“Jumlah keseluruhan UMKM kita ada 12.461. Khusus untuk UMKM olahan pangan yang sudah berizin lengkap itu baru 50. Dari jumlah itu, 15 UMKM sudah ikut kurasi untuk masuk Alfamart,” terangnya.
Ia pun mengajak para pelaku UMKM yang ingin memasarkan produknya ke jaringan ritel seperti Alfamart dan Alfamidi agar segera mendaftarkan diri ke Dinas Perindagkop dan UMKM.
“Untuk pengurusan izin bisa langsung menghubungi kami. Semuanya gratis, nanti akan kami arahkan prosesnya,” pungkas Ibrahim.
Adapun ketujuh produk tersebut yakni
- Abon Tuna Oma Bouty
- Bafina Kukis Kelapa
- Syaraba 100G
- Saloka Minyak Kampung
- Bilibidu
- Salfa Keripik Pisang Keju
- Reza Bakery Moca













