8 Orang Tewas usai Serangan Iran ke Israel, Presiden Isaac Sebut ‘Pagi yang Sangat Menyedihkan’

WARTANESIA – Presiden Israel Isaac Herzog menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan tinggi menyusul serangan rudal Iran yang mengguncang wilayah Bat Yam dan Tamra, menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

Dalam pernyataan publiknya, Herzog menyebut insiden ini sebagai “pagi yang sangat menyedihkan dan sulit” bagi rakyat Israel.

banner 468x60

“Saudara-saudari kita dibunuh dan terluka tadi malam oleh serangan kriminal Iran terhadap penduduk sipil di Bat Yam, Tamra, dan komunitas lainnya. Orang Yahudi dan Arab, warga negara veteran dan imigran baru, termasuk anak-anak dan orang tua, wanita dan pria,” tulis Herzog dalam unggahannya di platform X, dikutip dari Al Jazeera.

Presiden Herzog juga mengajak masyarakat untuk bersatu dalam doa dan solidaritas di tengah tragedi ini.

“Saya turut berduka cita yang mendalam atas kehilangan yang dialami keluarga dan berduka atas kehilangan yang mengerikan itu. Saya berdoa agar yang terluka segera pulih dan yang hilang dapat ditemukan. Kita akan berduka bersama. Kita akan bangkit bersama,” lanjutnya.

Serangan Iran, yang diluncurkan dalam gelombang rudal balistik, menghantam permukiman padat di Bat Yam, sebuah kota pinggiran Tel Aviv, serta Tamra di wilayah utara Israel.

Sebuah gedung apartemen dan beberapa rumah hancur total akibat hantaman rudal berkekuatan tinggi.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa setidaknya delapan orang tewas. Namun, pencarian terhadap korban yang masih tertimbun reruntuhan terus dilakukan.

Di Bat Yam, diperkirakan masih ada sekitar 20 orang yang belum ditemukan.

Komandan Polisi Daerah, Daniel Hadad, mengatakan saat ini ada tujuh orang yang dilaporkan hilang di Bat Yam.

“Hingga kini, enam korban tewas telah ditemukan di lokasi. Sebanyak 180 orang terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis,” ujar Hadad dalam keterangan kepada media.

Hadad menambahkan bahwa kerusakan parah dan banyaknya puing membuat proses evakuasi berjalan sangat lambat.

“Terjadi kerusakan besar di sini. Banyak puing dan reruntuhan yang harus diangkat untuk menemukan korban yang masih hilang. Ini bisa memakan waktu berhari-hari,” jelasnya.

Untuk membantu masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau khawatir akan keselamatan orang-orang terdekat, otoritas telah membuka saluran bantuan darurat.

Warga diminta menghubungi nomor 105 untuk melaporkan orang hilang atau situasi berbahaya.

Selain itu, pemerintah daerah setempat kini juga tengah menyiapkan tempat penampungan sementara dan bantuan darurat bagi ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kehancuran infrastruktur.

Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya telah memanas akibat saling serang antara Israel dan Iran.

Banyak pihak internasional menyerukan deeskalasi, namun situasi di lapangan terus memburuk seiring meningkatnya jumlah korban jiwa di kedua negara.