WARTANESIA – Masyarakat Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para penambang lokal yang tergabung dalam YR-TIM atas kontribusi mereka dalam penanganan ancaman banjir di wilayah tersebut.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat Hulawa, Ubo Batiti. Ia menilai langkah cepat dan kolaboratif yang dilakukan para penambang lokal telah memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan warga.
“Sebagai perwakilan masyarakat, kami sangat berterima kasih kepada YR-TIM bersama para penambang lokal yang telah berinisiatif membangun tanggul sementara. Ini sangat membantu dalam menangkal potensi banjir yang kerap mengancam desa,” ujar Ubo.
Diketahui, YR-TIM bersama para penambang lokal telah melakukan normalisasi Sungai Hulawa selama kurang lebih satu bulan. Dalam proses tersebut, mereka mengerahkan alat berat dengan total waktu operasional mencapai lebih dari 200 jam.
Upaya tersebut diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp100 juta, yang berasal dari swadaya dan gotong royong para penambang lokal. Kegiatan ini difokuskan untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi ancaman bagi masyarakat setempat.
Ubo menambahkan, tanggul sementara yang dibangun kini mulai dirasakan manfaatnya, terutama saat intensitas curah hujan meningkat.
“Kami berharap upaya seperti ini dapat terus berlanjut. Selain itu, kami juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk pembangunan tanggul permanen di masa mendatang,” tambahnya.
Langkah yang dilakukan YR-TIM bersama para penambang lokal ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pelaku usaha lokal mampu menghadirkan solusi konkret di tengah keterbatasan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di Desa Hulawa.






