WARTANESIA – Warga Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dibuat terpana sekaligus heboh setelah langit mendadak dihiasi awan berwarna-warni menyerupai pelangi pada Jumat siang (1/5/2026).
Fenomena langka itu sontak viral di media sosial usai sejumlah pengendara berhenti di pinggir jalan demi mengabadikan momen tak biasa tersebut.
Kemunculan awan pelangi itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan bertahan hingga kurang lebih 40 menit. Langit biru cerah berpadu dengan gumpalan awan putih raksasa membuat warna-warni di langit terlihat semakin mencolok dan dramatis.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, akhirnya buka suara terkait fenomena yang membuat publik bertanya-tanya itu.
Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan fenomena optik atmosfer yang umum terjadi dan bukan pertanda kiamat ataupun badai besar seperti yang ramai diperbincangkan warganet.
“Fenomena yang terlihat pada video tersebut merupakan peristiwa yang umum terjadi dalam atmosfer dan berkaitan dengan optik atmosfer,” kata Ida, Jumat (1/5/2026).
BMKG menjelaskan, warna pelangi muncul akibat cahaya matahari berinteraksi dengan butiran air di atmosfer, baik dari sisa hujan maupun hujan yang sedang terjadi di wilayah sekitar.
Di saat bersamaan, muncul awan towering cumulus yang menutupi sebagian bentuk pelangi sehingga terlihat seperti “awan pelangi raksasa” menggantung di langit Jonggol.
“Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi, sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti awan pelangi,” jelas Ida.
Ia menegaskan, fenomena tersebut bukan sinyal langsung akan terjadi badai ekstrem. Namun, kondisi itu menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan lokal di sekitar wilayah pengamatan.
Salah satu warga, Kiki (21), mengaku takjub saat pertama kali melihat fenomena itu muncul di atas jalanan Jonggol ketika dirinya sedang berkendara.
“Fenomenanya kayak baru pertama kali lihat di daerah Jonggol, dan itu sekitar jam 14.22 WIB. Saya agak kaget dan sampai bilang Masyaallah bagus banget,” ujarnya.
Menurut Kiki, fenomena itu membuat banyak pengendara mendadak memperlambat kendaraan dan berhenti di bahu jalan hanya untuk melihat langit yang berubah warna bak lukisan raksasa.
“Rame juga pengendara yang berhenti mau lihat fenomena itu,” katanya.
Video dan foto awan pelangi Jonggol kini terus beredar luas di media sosial dan memancing berbagai spekulasi publik.
Namun BMKG memastikan, fenomena tersebut murni proses alam yang terjadi akibat interaksi cahaya matahari, uap air, dan pembentukan awan di atmosfer.










