WARTANESIA – Salah satu korban peristiwa berdarah yang terjadi di Kecamatan Dengilo, Andi Mamu (AM), meninggal dunia pada Rabu (16/7/2025), setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit drg. Clara Gobel (RSCG) Kabupaten Boalemo.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh kerabat dekat korban, Otman Mamu. “Iya benar, sementara jenazah masih dalam perjalanan dari Boalemo,” ujar Otman melalui pesan WhatsApp pada Rabu pagi.
Namun demikian, Otman tidak menyebutkan secara rinci waktu pasti saat Andi menghembuskan napas terakhir.
Sebelumnya, insiden kekerasan yang melibatkan senjata tajam terjadi di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, pada Senin sore (14/7/2025), sekitar pukul 15.00 WITA.
Dalam peristiwa itu, tiga orang mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa insiden bermula ketika seorang warga asal Dengilo berinisial Andi Mamu (AM) menjadi korban penusukan.
Ia diduga diserang oleh empat pria berinisial RW, FW, RL (ketiganya berasal dari Manado), serta AM (asal Bone Pantai) di sebuah tempat penjual minuman keras di wilayah tersebut.
“Setelah melakukan aksi penusukan, keempat pelaku melarikan diri dengan sepeda motor. Namun dalam pengejaran oleh sejumlah warga, dua di antaranya terjatuh. RW dan FW langsung menjadi sasaran amukan massa dan dikeroyok menggunakan senjata tajam jenis parang,” ungkap seorang narasumber anonim kepada wartanesia.id.
Warga yang berada di lokasi kejadian tidak mampu menghentikan aksi brutal tersebut.
Kedua pelaku mengalami luka parah di sekujur tubuh dan segera dilarikan ke Puskesmas Paguat untuk mendapat perawatan medis.
Sementara itu, dua pelaku lainnya, RL dan AM, berhasil melarikan diri dan kemudian menyerahkan diri ke Mapolsek Paguat untuk menghindari amukan massa.
Menanggapi insiden ini, Kepolisian Resor Pohuwato melalui Humas, Bripka Dersi Akim, menyampaikan bahwa para terduga pelaku telah diamankan.
“Informasi sementara dari Bapak Kapolres, Alhamdulillah para tersangka sudah tertangkap. Mohon teman-teman bisa bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut,” ujar Dersi dalam pesan singkat yang diterima redaksi.
Meski begitu, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah pasti tersangka dan korban, serta kronologi lengkap dari peristiwa berdarah tersebut.









