Sepanjang 2026, Damkar Pohuwato Catat 54 Kejadian Kebakaran, Terbanyak di Bulan September

WARTANESIA.ID – Satuan Polisi Pamong Praja () dan Damkar Kabupaten Pohuwato mencatat sebanyak 54 kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Pohuwato sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Dari total peristiwa tersebut, sebanyak 52 kasus berhasil ditangani oleh petugas di lapangan, sementara 2 kasus dilaporkan tidak tertangani.

banner 468x60

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Pohuwato, Nikson Hasan Pakaya, S.Pd., MH, menyampaikan bahwa lonjakan kasus kebakaran tertinggi terjadi pada bulan September 2026 dengan total 25 kejadian. 

Dari jumlah tersebut pada September, 23 kejadian berhasil ditangani dan 2 kejadian tidak tertangani.

“Berdasarkan rekapitulasi data bulanan hingga September 2026, jumlah insiden kebakaran mengalami kenaikan yang sangat signifikan di pertengahan hingga akhir tahun, terutama pada bulan Juli sebanyak 9 kejadian, Agustus 8 kejadian, dan puncaknya di bulan September dengan 25 kejadian,” ujar Nikson Hasan Pakaya.

Sebagai perbandingan, pada awal tahun hingga pertengahan tahun, tren kasus cenderung lebih rendah. Pada Januari tercatat 3 kejadian, Maret 2 kejadian, April 5 kejadian, serta Juni 2 kejadian. Sedangkan pada bulan Februari dan Mei tidak tercatat adanya kejadian kebakaran.

Marisa Jadi Kecamatan Paling Rawan Kebakaran, Lahan Mendominasi

Berdasarkan data rekapan per kecamatan, Kecamatan Marisa menjadi wilayah dengan jumlah insiden kebakaran tertinggi, yaitu mencapai 19 kejadian (18 tertangani, 1 tidak tertangani). Disusul oleh Kecamatan Buntulia dengan 9 kejadian dan Paguat dengan 8 kejadian.

Wilayah lainnya yakni Duhiadaa mencatat 6 kejadian, Patilanggio 5 kejadian, Randangan 4 kejadian, serta Popayato Barat, Lemito, dan Popayato masing-masing mencatat 1 kejadian. 

Sementara itu, wilayah Dengilo, Wanggarasi, dan Taluditi tidak mencatat adanya insiden.

Dari aspek objek yang terbakar, kebakaran lahan mendominasi peristiwa di Kabupaten Pohuwato dengan total 38 kasus. Objek terbakar lainnya meliputi:

 * Rumah/Permukiman: 11 kejadian

 * Bangunan Usaha/Fasilitas umum (Kantor, Toko, Warung, Klinik, dll): 3 kejadian

 * Gudang/Pabrik: 1 kejadian

 * Kendaraan/Bengkel: 1 kejadian

Adapun faktor penyebab utama dan pemicu kejadian kebakaran di antaranya dipicu oleh korsleting listrik, hubungan arus pendek pada panel/ruangan, penumpukan sampah, pembakaran lahan/sengon/aren/rumput, tabung LPG 3 kg, hingga alat elektronik/mesin.

Atas situasi tersebut, Kepala Dinas Satpol PP Pohuwato, Nikson Hasan Pakaya, mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengelola lahan kering serta memastikan instalasi listrik dan peralatan dapur di rumah dalam kondisi aman.

Baca berita kami lainnya di