WARTANESIA – Banjir bandang melanda Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (3/1/2026) pagi sekitar pukul 10.25 Wita.
Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang hanyut di sungai kecil yang melintasi desa, dua di antaranya merupakan ibu dan anak yang hingga kini masih dalam pencarian.
Banjir terjadi saat para korban tengah melakukan panen jagung di kebun. Dua korban yang belum ditemukan diketahui bernama Sumitra Isini (28) dan anaknya Akbar Diyangi (9). Sementara satu korban lainnya, Yasi Isini, berhasil selamat dan saat ini sedang menjalani perawatan medis.
Suami Sumitra, Rinto Diyangi menuturkan bahwa, sebelum kejadian, istrinya sempat menghubunginya melalui telepon dan mengatakan sedang berteduh di pondok kebun akibat hujan deras.
Namun, sekitar 30 menit kemudian saat Rinto mencoba menghubungi kembali, telepon tersebut sudah tidak aktif.
“Setelah itu saya mencari informasi dan mendapat kabar bahwa istri dan anak saya hanyut terbawa arus sungai,” ujar Rinto.
Pencarian korban langsung dilakukan oleh aparat keamanan bersama warga setempat.
Camat Boliyohuto, Danramil 05 Boliyohuto, serta masyarakat sekitar turut terlibat dalam upaya pencarian yang dimulai sejak pukul 14.00 Wita hingga sore hari.
Hingga berita ini diterbitkan, korban Sumitra Isini dan Akbar Diyangi masih belum ditemukan.
Pemerintah desa bersama organisasi kemanusiaan telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir.
Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung, dengan aparat dan masyarakat bekerja sama menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian.










