WARTANESIA – Anggota DPRD Pohuwato Rizal T. Pasuma, memberikan apresiasi terhadap langkah kepolisian yang dinilanya sangat proaktif terhadap keluhan masyarakat kaitan persoalan pengelolaan lahan antara PT. Lebuni dan warga masyarakat di Kecamatan Popayatao.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Kepolisian Resort Pohuwato di bawah kendali beliau Pak Kapolres Joko Sulistiono, yang mersepon cepat persoalan yang terjadi di wilayah kami,” kata Rizal, Kamis (5/5/2022).
“Permintaan kami untuk melakukan pengamanan di lokasi berkonflik telah dilakukan kepolisian. Kami berharap sinergitas, pengamanan ini terus dilakukan hingga nanti masalah ini selesai. Sebab, pekan depan, kami akan undang para pihak untuk duduk bersama mencari jalan keluar atas masalah in,” tambahnya.
Dikonfirmasi, Kapolres Pohuwato, AKBP Joko Sulistiono, SH,SIK.MH., menyampaikan bahwa, apa yang dilakukan merupakan tugas kepolisian. “Itu sudah tugas kami menjaga situasi Kamtibmas tetap terjaga,” kata Joko.
“Persoalan di Lebuni itu kami berharap agar tidak ada pihak-pihak yang melakukan tindakan kontra produktif. Kami berharap kepada kedua belah pihak yakni perusahaan dan masyarakat, dapat menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah,” pintanya.
Sebelumnya, puluhan warga petani jagung di Kecamatan Popayato, mendatangi kediaman Anggota DPRD Pohuwato, Rizal T. Pasuma belum lama ini.
Puluhan warga tersebut mewakili warga lainnya yang berada di areal perkebunan jagun PT. Lebuni di Popayato.
Mereka mengeluhkan tindakan penyerobotan lahan HGU (Hak Guna Usaha) oleh PT. Lebuni, yang dinilai melanggat kesepakatan pengelolaan wilayah HGU.
“Sampai saat ini saya terus meminta warga untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan anrkisme,” sambungnya.
Rizal menambahkan, kekecewaan warga tersebut ialah bentuk reaksi atas tidak konsistennya pihak perusahaan PT. Lebuni yang diduga telah melakukan penyerobotan lahan milik warga.
“Itu kan sudah disepakati. Dari 250 hektar lahan, PT. Lebuni hanya mengelola sekitar 100 hektar. Namun kini, 150 hektar yang dikelola warga sudah mulai diserobot. Ini kan tidak benar dan melanggar kesepakatan,” jelasnya.
Ketika dikonfirmasi, salah satu koodinator perusahaan bernama Frans, enggan menjawab telpon awak media ini. (Lan)










