WARTANESIA.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada para mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar tidak menyalahgunakan program yang menjadi salah satu andalan pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan bersama 12.173 mitra MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam forum itu, Presiden secara terbuka menyinggung potensi penyimpangan yang dapat terjadi dalam pelaksanaan program berskala nasional tersebut.
Di hadapan ribuan peserta, Prabowo terlebih dahulu meminta para mitra yang telah bekerja dengan baik untuk mengangkat tangan. Namun suasana berubah ketika ia memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang pernah melakukan pelanggaran untuk mengaku secara terbuka.
Tak satu pun peserta terlihat merespons tantangan tersebut.
“Saya kasih kesempatan. Kembalilah ke jalan yang benar,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, pemerintah masih memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memperbaiki diri sebelum persoalan berkembang menjadi masalah hukum. Ia bahkan mendorong para mitra yang merasa pernah melakukan kesalahan untuk segera melapor dan mengakui perbuatannya.
“Kalau Saudara cepat-cepat lapor, ngaku, Insya Allah selamat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali mengingatkan seluruh peserta agar tidak mengabaikan peringatan yang telah disampaikan pemerintah. Dengan gaya bicara yang lugas, ia melontarkan kalimat yang langsung menyita perhatian forum.
“Sudah, ya, gue sudah warning lo, ya,” kata Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa kewaspadaan terhadap penyimpangan perlu ditingkatkan karena sektor pangan selama ini menjadi salah satu bidang yang rawan praktik korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan. Karena itu, pemerintah akan memperkuat sistem pengawasan dan melibatkan aparat penegak hukum untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Prabowo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar proyek pemerintah, melainkan amanah yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok kurang mampu.
“Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi,” tandasnya













