WARTANESIA.ID – Program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata masih menghadapi banyak persoalan serius di lapangan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara terbuka mengakui adanya berbagai kendala dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari masalah manajerial hingga dugaan penyimpangan oleh oknum pelaksana.
Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Di hadapan para peserta, Presiden tak menutupi fakta bahwa program yang digadang-gadang menjadi penopang gizi anak-anak Indonesia itu masih jauh dari kata sempurna.
“Bahwa banyak masalah, iya. Bahwa banyak tantangan, benar. MBG banyak masalah, kita harus tertibkan,” tegas Prabowo.
Menurutnya, akar persoalan terbesar bukan terletak pada konsep program, melainkan pada lemahnya integritas sebagian pihak yang terlibat dalam pengelolaan anggaran besar.
Prabowo bahkan secara blak-blakan menyinggung masih adanya pejabat maupun unsur pimpinan yang goyah ketika berhadapan dengan uang.
“Manusia Indonesia ya kita mengertilah ya, penyakit kita harus kita berani hadapi, harus kita berani bicarakan bahwa banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat. Berurusan dengan uang dia lupa,” ujarnya.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Negara memastikan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi siapapun yang bermain-main dengan program rakyat.
Ia menegaskan siap mencopot pejabat, pimpinan, maupun pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan dalam program MBG.
“Saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu. Siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” tandasnya.
Meski mengakui banyaknya persoalan, Prabowo menegaskan MBG tetap menjadi prioritas nasional karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.
Ia mengaku kerap menerima permintaan langsung dari para petani agar program tersebut tidak dihentikan karena sangat membantu kebutuhan gizi cucu-cucu mereka.
“Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, ‘Pak tolong Pak MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu keluarga saya.’ Jadi MBG sangat penting,” ungkapnya.
Untuk memperkuat pengawasan dan menekan potensi kebocoran, pemerintah kini menopang pelaksanaan MBG melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang diharapkan menjadi instrumen pengawasan sekaligus penggerak ekonomi desa yang lebih transparan dan akuntabel.
“Sekarang kita topang dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Ini semua akan mendukung industrialisasi melalui Koperasi Merah Putih,” pungkas Prabowo.












