WARTANESIA – Kepolisian Sektor (Polsek) Wonosari mengamankan tiga unit alat berat jenis excavator yang diduga hendak digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Safa, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.
Kapolsek Wonosari, IPTU Zulkifli Zaeng, mengungkapkan pengamanan tersebut bermula dari informasi masyarakat pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Informasi tersebut menyebutkan adanya alat berat yang masuk melalui Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari, yang diduga akan menuju lokasi PETI di Desa Safa.
Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek memerintahkan empat personel Polsek Wonosari yang dipimpin Kanit Reskrim Aipda M. Podomi untuk melakukan pengecekan ke lokasi.
“Pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 09.00 Wita, personel menemukan tiga unit excavator berada di wilayah Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari,” ujar IPTU Zulkifli, Selasa (17/02/2026)
Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui tiga unit excavator tersebut masing-masing milik, Omi, warga Kabupaten Pohuwato, dengan satu unit excavator merek XCMG warna kuning. Karim Patamani, warga Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, dengan dua unit excavator merek Komatsu warna kuning dan Hitachi warna oranye.
Berdasarkan keterangan karyawan, ketiga alat berat rencananya akan menuju lokasi PETI di Desa Safa, Kecamatan Mananggu.
“Kami langsung mengambil langkah preventif dengan mengamankan ketiga unit excavator, untuk diturunkan dan dikeluarkan dari wilayah Desa Sari Tani maupun Kecamatan Wonosari,” jelas Zulkifli
Selain itu, kepolisian juga melakukan langkah preemtif dengan memberikan imbauan kepada masyarakat, baik yang menolak maupun yang mendukung aktivitas pertambangan ilegal.
Pihak kepolisian juga meminta kepada pemilik maupun karyawan alat berat untuk tidak melanjutkan aktivitas dan segera mengeluarkan alat dari wilayah Kecamatan Wonosari.
Selanjutnya, Polsek Wonosari telah melaporkan perkembangan tersebut kepada Kapolres Boalemo untuk tindak lanjut lebih lanjut.
Hingga saat ini, personel Polsek Wonosari masih menunggu operator excavator maupun truk trailer, untuk mengangkut alat berat tersebut keluar dari wilayah Wonosari dengan pengawalan pihak kepolisian.
“Kami memastikan akan terus melakukan pengawasan guna mencegah aktivitas pertambangan ilegal, berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan konflik sosial,” tutup Zulkifli
Polsek Wonosari Sita Tiga Unit Excavator Diduga untuk PETI







