WARTANESIA – Polemik keterlambatan pembayaran gaji dosen di Universitas Pohuwato (UNIPO) memanas setelah Rektor UNIPO, Dr. Jorry Karim, S.Kom., M.Kom., memberikan klarifikasi resmi. Dalam konferensi pers yang digelar di ruang kerjanya, Minggu (10/8/2025), Dr. Jorry membantah informasi bahwa gaji dosen tertunggak hingga lima bulan.
“Tidak benar gaji mandek sampai lima bulan. Yang ada hanya satu hingga tiga bulan. Penyebabnya, antara lain karena sistem pembayaran SPP di kampus ini bisa dicicil. Kebijakan itu kami berikan untuk meringankan mahasiswa, namun masih ada yang belum membayar meski sudah diberi kelonggaran,” tegas Jorry.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) murni, UNIPO bergantung pada pembayaran SPP mahasiswa, yang menjadi 98 persen sumber pendanaan kampus. Ketika pembayaran mahasiswa terlambat, maka imbasnya juga terasa pada operasional kampus, termasuk gaji dosen.
“Di Ichsan Group maupun PTS lainnya prinsipnya sama, bayar dulu baru kuliah. Tapi kenyataannya, banyak mahasiswa yang belum membayar meski sudah diberi opsi mencicil. Ini yang membuat gaji dosen tertunda,” jelasnya.
Namun pernyataan itu langsung menuai reaksi keras dari kalangan internal kampus. Salah satu dosen yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, pernyataan Rektor tersebut adalah kebohongan.
“Lucu, seorang rektor kok bisa-bisanya berbohong. Dosen di Fakultas Pertanian dan Teknik bahkan sampai hari ini sudah lebih dari lima bulan lebih belum terima gaji. Rektor harus jujur,” ujarnya dengan nada kesal.
Ia mendesak agar pihak manajemen UNIPO segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki keterlambatan ini, serta meminta rektor agar tidak menutupi fakta demi menjaga jabatan.
“Rektor jangan begitu, jangan hanya karena melindungi jabatan dan kepentingan pribadinya sehingga dia berbohong. Mahasiswa semua sudah bayar karena akan wisuda, setidaknya dia terbuka,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan bahwa banyak dosen sebenarnya ingin bersuara, namun merasa takut akan tekanan dari pihak kampus.
“Pak Rektor jangan ngawur. Jangan dia bilang sudah diproses, tapi itu semua tidak jelas. Kasihan para dosen yang belum terima gaji. Mereka juga butuh makan,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah dosen mengaku belum menerima gaji selama kurang lebih lima bulan. Hal ini disampaikan oleh salah satu dosen lainnya, yang juga minta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (9/8/2025).
“Kurang lebih lima bulan gaji kami belum dibayarkan, padahal banyak kebutuhan yang perlu kami selesaikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlambatan ini bukan hal baru, karena sudah sering terjadi sebelumnya tanpa ada kejelasan dari pihak kampus.
“Kami hanya ingin hak kami dibayarkan. Kami punya keluarga dan tanggungan,” pintanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Bendahara UNIPO, Fitriyani Abdussamad, memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menyebut tidak memiliki kapasitas untuk memberikan keterangan soal masalah tersebut.
“Oh, saya kurang tahu. Nanti hubungi saja Pak Rektor atau WR II. Saya tidak punya kapasitas apa-apa, Pak. Kenapa mo konfirmasi sama saya,” ujarnya singkat.










