WARTANESIA — Dekan Fakultas Hukum Universitas Pohuwato, Irwan, SH., MH., akhirnya angkat bicara terkait aksi seorang mahasiswa yang sempat menjadi sorotan di lingkungan kampus.
Irwan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak dilatarbelakangi niat buruk, melainkan terjadi akibat miskomunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus.
“Peristiwa ini murni karena kesalahpahaman. Tidak ada unsur kesengajaan untuk merugikan pihak mana pun,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sosok rektor yang menjadi bagian dari polemik bukanlah pihak yang asing bagi mahasiswa, melainkan figur yang memiliki tanggung jawab besar terhadap seluruh civitas akademika.
“Rektor adalah orang tua kita di kampus. Setiap kebijakan yang diambil selalu mengarah pada kepentingan bersama, bukan untuk merugikan mahasiswa,” jelasnya.
Menurut Irwan, kejadian tersebut sangat disayangkan karena terjadi di lingkungan akademik yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai keilmuan. Ia mengingatkan bahwa Universitas Pohuwato telah memiliki aturan yang jelas terkait tata tertib mahasiswa yang tertuang dalam statuta kampus.
“Mahasiswa wajib menjaga kode etik, baik dalam sikap maupun dalam menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai mahasiswa hukum, terdapat tanggung jawab lebih dalam menjaga perilaku dan cara berkomunikasi. Kritik, kata dia, tetap diperbolehkan selama disampaikan secara santun dan beradab.
“Mahasiswa hukum harus menjadi contoh, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beretika. Kritik itu penting, tetapi harus disampaikan dengan cara yang benar,” katanya.
Lebih lanjut, Irwan mengingatkan bahwa pengetahuan hukum tidak akan berarti tanpa implementasi yang sesuai dengan norma dan pedoman yang berlaku.
“Integritas menjadi kunci. Ilmu yang tinggi tidak ada artinya jika tidak dijalankan dengan baik,” tambahnya.
Pihak fakultas sendiri telah mengambil langkah cepat dengan melakukan klarifikasi bersama mahasiswa yang bersangkutan, orang tua, serta berkoordinasi dengan pihak rektorat.
“Kami memilih pendekatan persuasif dan kekeluargaan agar persoalan ini tidak melebar dan dapat diselesaikan secara baik,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa permasalahan tersebut kini telah selesai sepenuhnya dan tidak menyisakan konflik.
“Alhamdulillah, semua sudah jelas. Ini murni miskomunikasi dan telah kami selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Ke depan, Fakultas Hukum Universitas Pohuwato akan memperkuat pembinaan terhadap mahasiswa, khususnya dalam aspek etika dan karakter.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat,” tegas Irwan.
Ia pun berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh mahasiswa untuk tetap kritis namun bijak dalam menyampaikan pendapat.
“Kampus adalah ruang belajar, bukan ruang konflik. Mari kita jaga nama baik institusi dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik,” tutupnya.











