WARTANESIA.ID – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur mendapat tambahan kekuatan. Polda Kaltim mengerahkan 100 personel bantuan kendali operasi (BKO) yang berasal dari Pasukan Brimob II Korps Brimob Polri serta Bareskrim Polri, dan kesiapan mereka ditandai lewat apel penerimaan sekaligus pelepasan di halaman Mapolda Kaltim, Minggu (25/10/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K., M.M.
Penambahan personel BKO karhutla ini diarahkan untuk mempercepat proses pemadaman di lapangan sekaligus menopang penegakan hukum bagi pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya pembakaran hutan dan lahan.
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Rustam Mansur menuturkan bahwa pengiriman personel tambahan memperlihatkan kesungguhan Polri dalam memperkuat penanganan karhutla, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat kerawanan tinggi. “Pengerahan personel ini merupakan salah satu bentuk komitmen pimpinan Polri untuk menambah kekuatan dalam rangka penanggulangan karhutla,” ujar Wakapolda.
Penempatan personel disusun berdasarkan pemetaan kerawanan yang dilakukan Polda Kaltim. Seratus anggota tersebut akan bertugas di empat wilayah hukum, yaitu Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Kutai Timur.
Selama berada di wilayah penugasan, mereka akan bekerja bersama jajaran Polres setempat, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi lain yang terkait. Sinergi itu diharapkan mampu mempercepat penanganan titik api, menahan penyebaran kebakaran, serta menekan dampak yang dirasakan masyarakat dan lingkungan.
Di samping tugas pemadaman, personel juga akan menopang proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan. Penanganan perkara dilakukan melalui koordinasi dengan Polres setempat dan Ditreskrimsus Polda Kaltim, termasuk bila muncul indikasi keterlibatan korporasi atau perusahaan.
Wakapolda pun menyoroti kesiapan fisik, keselamatan, dan profesionalisme seluruh anggota selama bertugas. “Kesiapan fisik, keselamatan, dan profesionalisme seluruh personel harus menjadi perhatian utama, karena penugasan awal direncanakan berlangsung selama dua minggu, sehingga setiap anggota kami minta menjaga kondisi kesehatan serta menjalankan tugas sesuai prosedur dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar kehadiran personel di tengah masyarakat mampu memperlihatkan peran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan. “Kehadiran personel di tengah masyarakat harus mencerminkan peran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan,” ujarnya, seraya meminta seluruh anggota menjaga sikap, menjunjung tinggi profesionalisme, dan mempertahankan nama baik institusi Polri.
Sementara itu, Polda Kaltim mengajak masyarakat ikut aktif mencegah karhutla dengan tidak membuka atau membersihkan lahan memakai cara dibakar. Sejumlah wilayah yang mulai memasuki musim kemarau dan mengalami penurunan curah hujan meningkatkan potensi kebakaran, sehingga kewaspadaan bersama menjadi penting.
Polda Kaltim menegaskan bahwa penanggulangan karhutla akan terus dijalankan secara terpadu melalui patroli, sosialisasi kepada masyarakat, koordinasi lintas instansi, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan. Dengan tambahan 100 personel BKO, penanganan karhutla di Kalimantan Timur diharapkan berjalan lebih optimal, risiko kebakaran meluas dapat ditekan, dan keselamatan warga serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.











