Pastikan Stok dan Harga Beras SPHP Aman, Bulog Gorontalo Lakukan Monitoring ke RPK

WARTANESIA.ID – Perum Kantor Cabang Gorontalo melakukan monitoring ke sejumlah outlet Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Kecamatan Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo, Jum’at, (30/10/2026).

Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung Pimpinan Cabang Bulog Gorontalo, Firmansyah, Asisten Manajer Pemasaran, Rasjid Maku dan sejumlah staf. Monitoring ini untuk memastikan dan kelancaran penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat.

banner 468x60

Firmansyah menyampaikan, monitoring ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan rutin agar program SPHP benar-benar tepat sasaran dan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Hari ini kami turun langsung melakukan monitoring ke RPK binaan kami. Tujuannya untuk melihat langsung stok beras SPHP, harga jual di tingkat konsumen, dan memastikan tidak ada pelanggaran seperti penjualan kembali ke kios kios dan jangan ada yang namanya oplosan,” ujar Firmansyah.

Menurutnya, keberadaan RPK sangat vital sebagai perpanjangan tangan Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat pengecer. Melalui RPK, masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.

“Kami ingin memastikan RPK aktif menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat sesuai ketentuan, dari tiga RPK yang kami tinjau tadi seluruhnya sudah menjalankan sesuai ketentuan yang berlaku tidak ada pelanggaran, dan semua RPK yang kami kunjungi stoknya masih aman dan menjual sesuai HET Rp 12.500 per kilogram,” jelasnya.

Firmansyah menambahkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring secara berkala ke seluruh RPK dan kios pangan di wilayah kerja Bulog Gorontalo yang meliputi seluruh Kota Gorontalo di Provinsi Gorontalo yang berjumlah 175 RPK.

Firmansyah mengimbau kepada pemilik RPK agar tidak menjual beras SPHP di atas HET dan tidak menjual kepada pengecer besar. Beras SPHP ini diperuntukkan untuk masyarakat langsung, untuk menjaga daya beli dan menekan inflasi.

Ia berharap dengan adanya monitoring ini, distribusi pangan khususnya beras SPHP di Gorontalo tetap terjaga dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga wajar.

Baca berita kami lainnya di