WARTANESIA — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan program Keluarga Berencana (KB) melalui penerapan Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi (SIRIKA).
Aplikasi ini dikembangkan untuk memastikan ketersediaan alat kontrasepsi (Alkon) di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes), serta mempermudah pengelolaan logistik dan data.
Kabupaten Pohuwato menjadi salah satu daerah yang kini tengah disosialisasikan penggunaan aplikasi tersebut, mengingat saat ini belum seluruh faskes di wilayah tersebut menerapkan SIRIKA secara menyeluruh.
“Tahun ini, targetnya setiap faskes harus 100 persen menggunakan aplikasi ini. Kabupaten Pohuwato termasuk salah satu daerah yang belum sepenuhnya menggunakannya, sehingga hari ini kami lakukan sosialisasi,” ujar Ketua Tim Kerja KBKR BKKBN Provinsi Gorontalo, Ni Nengah Wati, dalam Rapat Koordinasi bersama Dinas P3A2KB Pohuwato, Selasa (8/7/2025).
Lebih lanjut, Wati menjelaskan bahwa selain membahas penerapan SIRIKA, rapat koordinasi tersebut juga bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian program KB di setiap triwulan, sekaligus memperkuat kualitas layanan yang sangat bergantung pada ketersediaan alat kontrasepsi.
“Aplikasi ini akan memudahkan monitoring ketersediaan Alkon baik di tingkat kabupaten/kota maupun di setiap faskes. Ini bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan KB di seluruh Indonesia,” jelasnya.
SIRIKA sendiri mencatat dan menginformasikan secara real-time data ketersediaan lima jenis alat kontrasepsi utama: pil KB, suntik, kondom, IUD (ayudiik), dan implan. Data tersebut dapat diakses secara online oleh pengelola program, memungkinkan deteksi dini jika terjadi kekosongan stok atau kedaluwarsa produk.
“Dengan SIRIKA, setiap faskes bisa terlihat datanya secara online — stoknya berapa, kadaluarsa kapan, dan apakah terjadi kekosongan. Semua ini penting untuk menjamin pelayanan KB tetap berjalan optimal,” tambah Wati.
BKKBN menargetkan, seluruh faskes di Indonesia dapat menerapkan aplikasi SIRIKA secara penuh pada tahun ini. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan KB yang terstandarisasi dan berbasis data di era digital.










