WARTANESIA – Ketersediaan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Ibu Kota Marisa menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan reses masa sidang kedua tahun kedua Anggota DPRD Pohuwato, Hi. Nasir Giasi, S.Pd., M.Si, belum lama ini.
Ketua Komisi III DPRD Pohuwato itu mengungkapkan bahwa, sebelum pelaksanaan reses, dirinya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait terbatasnya layanan SPBU di wilayah ibu kota kabupaten tersebut.
Menurut Nasir, saat ini masyarakat Marisa dan sekitarnya masih bergantung pada SPBU Buntulia yang menjadi satu-satunya SPBU aktif dan terdekat dari pusat Ibu Kota Marisa.
Kondisi ini dinilai sudah tidak memadai untuk melayani kebutuhan bahan bakar warga yang terus meningkat.
“Pelayanan SPBU di Ibu Kota itu sudah tidak memungkinkan lagi, karena kita hanya memiliki satu SPBU. Masyarakat Desa Palopo, Marisa Selatan, dan sekitarnya mendorong agar SPBU yang ada di Marisa bisa segera beroperasi,” ujar Nasir.
Ia menjelaskan, sebenarnya di Kecamatan Marisa telah dibangun satu unit SPBU yang berlokasi di Desa Teratai. Namun hingga kini, SPBU tersebut belum juga beroperasi. Hal inilah yang kembali menjadi perhatian dan aspirasi masyarakat dalam agenda reses tersebut.
Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pohuwato menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi guna mendorong percepatan operasional SPBU di Desa Teratai.
“Aspirasi ini akan segera kami koordinasikan. Kebetulan pemiliknya adalah rekan kami, sehingga kami akan mendorong percepatan operasional SPBU di Desa Teratai. Dengan beroperasinya SPBU tersebut, diharapkan kepadatan dan kesemrawutan di SPBU Buntulia dapat teratasi,” pungkasnya.
Diharapkan, kehadiran SPBU baru di Kecamatan Marisa dapat meningkatkan pelayanan dan mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan bahan bakar, khususnya di wilayah Ibu Kota Marisa dan sekitarnya.












