Nai Mustafa, Warga Ayula yang Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Proposal ke Provinsi dan Baznas Belum ada Realisasi

WARTANESIA — Potret kemiskinan yang memperihatinkan kembali mencuat dari pelosok Gorontalo. Kali ini, datang dari Dusun Mootilango, Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohwuato, Provinsi Gorontalo.

Seorang warga lanjut usia bernama Nai Mustafa harus bertahan hidup di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni.

banner 468x60

Dalam foto yang beredar di media sosial, tampak bangunan kecil berukuran sekitar 3 x 4 meter. Dinding rumah tersebut hanya terbuat dari kulit sisa pohon kelapa yang disensor dan lembaran tripleks tipis.

Atapnya disusun dari daun rumbia yang sudah berlubang di sana-sini. Tak ada perlindungan yang cukup dari hujan, angin, atau panas. Di musim penghujan, rumah itu nyaris tak bisa memberi rasa aman.

Pemandangan itu menggugah keprihatinan. Di saat warga lain hidup dengan fasilitas dasar yang memadai, Nai justru menjalani hari-hari dalam kesederhanaan yang memprihatinkan.

Penjabat Kepala Desa Ayula, Narjo Blongkod, saat dikonfirmasi wartanesia.id pada Jumat (4/7/2025), membenarkan kondisi tersebut.

“Iya, beliau warga kami. Sudah lama tinggal di rumah itu. Kami dari pihak desa sebenarnya sudah beberapa kali mengajukan bantuan, tapi hasilnya belum ada sampai sekarang,” ungkap Narjo.

Menurut Narjo, Pemerintah Desa Ayula telah mengajukan bantuan pembangunan rumah layak huni melalui berbagai jalur, termasuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke Pemerintah Provinsi Gorontalo, serta ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Bahkan, dua bulan lalu, proposal juga sudah diajukan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pohuwato. Namun hingga kini, belum ada realisasi.

“Kami juga pernah coba bantu melalui dana desa untuk swadaya, tapi beliau tidak sanggup menanggung biaya pengerjaannya. Kami terbatas,” kata Narjo.

Meski belum mendapatkan bantuan perbaikan rumah kata Narjo, Nai Mustafa tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah desa.

Nai Mustafa merupakan gambaran bahwa, masih banyak masyarakat di pelosok Provinsi Gorontalo belum tersentuh sepenuhnya oleh program bantuan perumahan yang digalakan pemerintah.