WARTANESIA.ID — Memperingati sekaligus mengingat kembali peristiwa Gerakan 21 September 2023 (G21S), Barisan Perjuangan Cipayung Plus Kabupaten Pohuwato menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 21 September 2026 mendatang.
Gerakan tersebut diinisiasi oleh sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Cabang Pohuwato.
Berdasarkan pantauan, rangkaian refleksi tersebut sebelumnya diwujudkan melalui aksi mimbar bebas yang berlangsung di pelataran Kampus Universitas Pohuwato (UNIPO). Kegiatan berlangsung mulai pukul 15.46 WITA hingga sekitar pukul 19.35 WITA.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah orasi serta melakukan pembakaran ban sebagai bagian dari aksi. Mereka juga kembali mengingatkan publik terhadap peristiwa G21S yang terjadi pada 21 September 2023.
Dalam orasinya, mahasiswa menyerukan kepada pemerintah daerah agar lebih bijak dalam mengambil setiap kebijakan serta tidak menutup mata terhadap kondisi dan aspirasi masyarakat Pohuwato.
Mereka berharap peristiwa yang terjadi pada 2023 tidak kembali terulang di Kabupaten Pohuwato.
Tak hanya pemerintah daerah, mahasiswa juga menyampaikan pesan kepada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Bumi Panua agar menjalankan aktivitas investasinya dengan tetap memperhatikan kepentingan dan hak-hak masyarakat.
Mahasiswa menegaskan, kegiatan refleksi tersebut bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat Pohuwato.
Cipayung Plus Pohuwato menyatakan akan kembali turun secara serentak pada Senin, 21 September 2026.
Dalam aksi tersebut, mereka berencana menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), serta pihak-pihak perusahaan yang menjalankan aktivitas investasi di Kabupaten Pohuwato.
Aksi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk kembali menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengingatkan seluruh pihak agar peristiwa G21S tidak kembali terjadi.












