WARTANESIA.ID – Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Nusa Tenggara Timur Julie Sutrisno Laiskodat memasang target enam emas kempo NTT pada kejuaraan dunia yang akan digelar di Nagoya, Jepang. Sasaran tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, ketika NTT bersama Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah bersama.
Julie menyampaikan harapannya agar capaian kontingen NTT di ajang internasional itu melampaui torehan sebelumnya. Ia bahkan menyebut jumlah tiga emas tidak lagi cukup untuk menggambarkan prestasi daerahnya.
“Saya berharap target kita dari NTT tidak boleh tiga emas lagi. Kalau tiga, saya tidak berprestasi. Jadi, doakan saja minimal naik menjadi empat, tetapi target saya enam emas dari Jepang,” kata Julie, Minggu, (1/11/2026).
Menurut Julie, potensi atlet kempo NTT cukup besar untuk diandalkan. Prestasi yang sudah diraih para atlet dinilainya sebagai modal penting guna menaikkan pencapaian, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia lantas menyinggung hasil kontingen dari Kota Kupang pada kejuaraan kempo di Kabupaten Badung, Bali. Dari 31 atlet yang dikirim, sebanyak 30 atlet berhasil meraih medali. Kontingen tersebut mengoleksi 10 medali emas, sembilan perak, dan empat perunggu, sehingga NTT keluar sebagai juara umum pertama dalam kejuaraan itu.
“Belum dilantik saja, Tuhan sudah sangat memberkati. Kenshi-kenshi kita mendapatkan prestasi. Kemarin di Badung, Bali, kita mendapatkan juara umum pertama dan bersaing dengan provinsi-provinsi lain,” ujarnya.
Keberhasilan itu, lanjut Julie, membuktikan atlet kempo NTT mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Karena itu, ia ingin pembinaan dijalankan secara berkelanjutan melalui pemusatan latihan jangka panjang. Kejuaraan dunia di Jepang pun tidak sekadar ajang mengejar medali, tetapi juga kesempatan mengukur kemampuan atlet sekaligus menyiapkan mereka menuju PON 2028.
Julie berharap prestasi kempo NTT terus meningkat, terlebih daerah ini akan menjadi tuan rumah PON bersama NTB. Ia menegaskan bahwa kemenangan di PON nanti harus lahir dari kedisiplinan dan kerja keras, bukan karena status tuan rumah.
“Target saya setelah Jepang, kita menjadi pemenang di PON. Tetapi bukan karena kita tuan rumah, melainkan karena disiplin dan kerja keras semua pihak,” tegasnya.










