WARTANESIA.ID – Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan preventif dan promotif bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Skrining Kesehatan dan Deteksi Dini Kanker Payudara bagi ASN perempuan di lingkungan Pemkot Kupang yang dibuka resmi oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Pelataran Lantai I Kantor Wali Kota disulap menjadi area pelayanan medis interaktif yang dihiasi spanduk informasi bertema kesehatan perempuan. Meja pendaftaran tampak dipadati para ASN perempuan yang mengantre secara teratur untuk mengisi formulir pemeriksaan medis.
Di panggung utama yang beralaskan taplak kain tenun tradisional NTT berwarna biru, Wawali Serena Francis tampil anggun dengan atasan hijau bermotif tenun. Ia menyampaikan arahan di hadapan puluhan peserta, jajaran pejabat, serta tim medis yang hadir.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Dewan Pakar Perempuan Indonesia Maju, Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), KOWANI, serta para medis RSUD S.K. Lerik. Tujuannya adalah membangun kesadaran para perempuan agar berani melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dalam arahan pembukanya, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menggarisbawahi pentingnya rasa peduli terhadap kesehatan diri sendiri di tengah padatnya beban kerja dan tanggung jawab domestik. “Jangan sampai kita begitu peduli dengan orang lain, tetapi lupa dengan diri sendiri. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena merasa sehat, takut, malu, atau sibuk. Deteksi dini membantu menemukan kelainan lebih awal sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan,” tegas Serena Francis di hadapan para ASN perempuan.
Ia menambahkan bahwa kesehatan aparatur negara berhubungan langsung dengan produktivitas dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat Kota Kupang. Karena itu, kesadaran untuk memeriksakan diri secara rutin dinilai menjadi langkah penting yang perlu terus didorong di lingkungan ASN perempuan.







