WARTANESIA — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 13.40 Wita. Seorang remaja bernama Masranda Kasim Totoyi (21), asal Kecamatan Lemito, meninggal dunia setelah terlindas truk bermuatan air mineral galon.
Korban yang diketahui merupakan mahasiswi Universitas Pohuwato (UNIPO) itu tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara rekannya, Hawa E. Daim, asal Desa Omayuwa, Kecamatan Randangan, mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSUD Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, kondisi jalan saat kejadian sangat padat. Hal ini disebabkan penutupan salah satu jalur jalan karena adanya sebuah acara di sekitar lokasi. Arus kendaraan akhirnya hanya dapat melewati satu jalur sehingga banyak pengendara terpaksa berpindah ke jalur berlawanan.
Sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DB 2375 LD yang dikendarai Hawa datang dari arah barat dan mengikuti pengendara lain berpindah jalur. Dalam situasi macet dan jalur sempit tersebut, motor tiba-tiba hilang kendali hingga terjatuh.
Dalam waktu bersamaan, melaju sebuah truk bermuatan air mineral dengan nomor polisi DN 8899 KB. Masranda yang dibonceng terpental ke depan dan masuk ke kolong truk. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat usai terlindas roda truk.
Satuan Lalu Lintas Polres Pohuwato tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Namun petugas sempat kewalahan akibat banyaknya warga yang memadati area kejadian. Sebagian warga bahkan merekam kondisi korban dan membuat konten untuk media sosial, sehingga arus lalu lintas makin tersendat.
Meski demikian, petugas akhirnya berhasil mengurai kemacetan dan mengevakuasi jenazah Masranda ke RSUD Bumi Panua Pohuwato.
Dari pantauan di lokasi kejadian, Polisi mengamankan dua barang bukti yakni 1 unit sepeda motor Honda Beat nomor polisi DB 2375 LD, dan 1 unit truk nomor polisi DN 8899 KB.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada Kasat Lantas Polres Pohuwato, Iptu Jefriansyah Tangahu, belum mendapatkan respons.












