Hamid Toliu : Silahkan Demo, Tapi Stabilitas Daerah Harus Dijaga

WARTANESIA – Menjelang aksi demonstrasi serentak yang direncanakan berlangsung pada Senin, 1 September 2025, Koalisi Rakyat Peduli Stabilitas Pohuwato (KRPSP) menyatakan dukungannya terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. 

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Koordinator KRPSP, Abdul Hamid Toliu, seraya menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kedamaian dalam pelaksanaan aksi.

Menurutnya, unjuk rasa adalah bagian sah dari demokrasi, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. 

Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan aksi harus tetap berada dalam koridor hukum dan etika publik.

“Kami mendukung penuh hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, asalkan dilakukan dengan tertib, santun, dan tidak merusak fasilitas umum atau melakukan tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya, Minggu (31/08/2025).

Tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) ini menegaskan, bahwa unjuk rasa seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan bersama, bukan ajang provokasi yang bisa merugikan rakyat maupun daerah sendiri.

“Silakan gelar unjuk rasa secara damai. Jangan sampai aspirasi yang mulia justru mencederai Bumi Panua, daerah yang kita cintai bersama. Silahkan demo, tapi stabilitas daerah harus tetap dijaga,” tambahnya.

Imbauan Agar Tak Mudah Terprovokasi

Dalam keterangannya, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato, agar bijak dan selektif dalam menyikapi arus informasi yang berkembang, terutama di media sosial.

“Saya berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam menerima informasi, apalagi yang belum jelas kebenarannya. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang bisa memecah belah,” ucapnya.

Ia juga menyuarakan harapan agar aksi demokrasi tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab yang ingin memprovokasi dan memecah belah masyarakat, termasuk membenturkan mahasiswa dan warga dengan aparat keamanan.

“Ketika menyampaikan aspirasi, jangan mau diadu domba. Waspadai pihak provokator yang ingin menciptakan konflik. Mari kita jaga daerah ini agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi suara penyejuk di tengah dinamika sosial menjelang aksi besar yang akan digelar di sejumlah titik di Gorontalo, termasuk di wilayah Pohuwato.

Dengan semangat persatuan dan kesadaran bersama, diharapkan aspirasi rakyat dapat tersampaikan tanpa harus mengorbankan kedamaian dan stabilitas daerah.