WARTANESIA.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7/2026) malam, mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban merupakan seorang pasien rumah sakit yang wafat saat proses evakuasi di tengah kepanikan warga setelah gempa terjadi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, gempa yang dipastikan tidak berpotensi tsunami tersebut memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Sejumlah warga memilih mengungsi ke kawasan dataran tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, M. Khacfy Mardjun, mengatakan korban meninggal merupakan pasien RSUD Mokoyurli Buol yang sedang dievakuasi menuju kawasan Perkantoran Bupati Buol.
“Satu warga dilaporkan meninggal dunia. Korban merupakan pasien rumah sakit yang dievakuasi ke Kantor Bupati,” ujar Khacfy.
Selain melakukan evakuasi, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan asesmen untuk mendata dampak gempa, termasuk jumlah warga terdampak, kondisi bangunan, serta kebutuhan di lokasi pengungsian.
Petugas juga mulai mendirikan tenda pengungsian untuk menampung warga yang memilih meninggalkan rumah mereka.
“Kami saat ini sedang membangun tenda untuk warga yang mengungsi,” katanya.
Sebelumnya, gempa magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Buol pada Minggu sekitar pukul 21.46 Wita. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut, sekitar 37 kilometer timur laut Buol, dengan kedalaman 21 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Hingga beberapa saat setelah kejadian, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan.
Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa membuat warga di sejumlah wilayah panik dan memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Buol masih melakukan pendataan dampak gempa serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi.







