Gawat! Marisa Darurat Sampah, Petugas DLH Mogok Kerja?

WARTANESIA.IDKecamatan Marisa yang merupakan ibu kota Kabupaten Pohuwato kini menghadapi persoalan serius terkait maraknya sampah liar di berbagai titik. Lahan kosong, pinggir jalan, bantaran sungai, hingga kawasan perkotaan, khususnya di Simpang Empat Blok Plan, mulai dipenuhi tumpukan sampah yang merusak pemandangan dan mengancam kesehatan masyarakat.

Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung lebih dari sepekan. Sampah terlihat terus menumpuk dan berserakan di sejumlah ruas jalan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pohuwato yang biasanya rutin melakukan pengangkutan sampah pun belakangan tidak lagi terlihat beroperasi seperti biasa.

banner 468x60

Berdasarkan informasi yang diperoleh, para petugas kebersihan diduga mogok kerja akibat persoalan internal di lingkungan dinas tersebut.

“Ada sedikit masalah internal antara Kabid Persampahan dan Kepala Dinas. Masalah ini sedang ditangani Inspektorat Daerah,” ungkap salah satu sumber internal DLH Pohuwato.

Semrawutnya kondisi sampah di ibu kota Kabupaten Pohuwato juga diperparah oleh rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. 

Banyak warga masih menjadikan lahan kosong sebagai lokasi pembuangan sementara yang kemudian berubah menjadi tempat pembuangan liar.

Kondisi ini semakin parah karena minimnya pengawasan serta belum adanya tindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan.

Keluhan pun datang dari sejumlah warga dan pelaku usaha yang mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Salah satu pemilik usaha di kawasan terdampak mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan sampah yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami rutin membayar iuran sampah setiap bulan ke dinas terkait. Biasanya petugas melakukan pengangkutan sekitar dua kali dalam seminggu. Namun sekarang sudah hampir dua minggu belum ada pembersihan. Kami sangat terganggu karena bau sampah mulai menyengat dan memengaruhi aktivitas usaha,” ujarnya.

Menurutnya, keterlambatan pengangkutan sampah tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengurangi kenyamanan pelanggan yang datang ke lokasi usaha.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, persoalan sampah liar bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu banjir, menimbulkan bau tidak sedap, hingga menjadi sumber berbagai penyakit.

Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup Pohuwato saat dikonfirmasi melalui Sekretaris DLH, Martin Rabiasa, belum memberikan tanggapan terkait persoalan sampah yang saat ini terjadi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, segera mengambil langkah nyata dengan memperbanyak fasilitas tempat pembuangan sampah, meningkatkan pengawasan, serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan liar.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat juga dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.