WARTANESIA.ID – Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Pohuwato bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato, PT Inti Global Laksana (IGL), dan PT Bayan Tumbuh Lestari (BTL), Senin (15/6/2026), berlangsung alot.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Pohuwato sekaligus Ketua Pansus Retribusi, Nasir Giasi, itu mengagendakan pembahasan terkait pajak dan retribusi perusahaan yang beroperasi di wilayah Pohuwato.
Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD Pohuwato, Rizal Pasuma, secara tegas menilai kedua perusahaan tidak siap mengikuti pembahasan. Menurutnya, selain hanya dihadiri oleh perwakilan perusahaan, pihak perusahaan juga tidak memiliki data yang dibutuhkan dalam rapat.
“Bagaimana kita mau membahas soal pajak, sementara data kendaraan perusahaan yang sudah menggunakan pelat nomor DM saja tidak diketahui. Jangan sampai rapat ini menjadi sia-sia,” tegas Rizal.
Sebelumnya, Ketua Pansus Retribusi, Nasir Giasi, juga meminta pihak BTL dan IGL untuk menyampaikan data jumlah vendor yang bekerja sama dengan masing-masing perusahaan. Namun, menurutnya, data tersebut belum dapat ditunjukkan oleh pihak perusahaan.
“Kami minta setelah ini ada rapat lanjutan dan data jumlah vendor sudah harus dibuka. Harus jelas berapa yang sudah membayar pajak dan berapa yang belum,” tegas Nasir.
Hingga berita ini diterbitkan, rapat Pansus DPRD Pohuwato masih berlangsung.







