WARTANESIA – Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato resmi menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pertama yang mengimplementasikan Framework NexaUI, platform pengembangan aplikasi Android dan OS karya Tatiye.net.
Langkah ini menjadi upaya strategis untuk mempercepat transformasi digital serta meningkatkan efektivitas layanan pemerintahan di sektor pertanian.
Framework NexaUI dikembangkan dengan pendekatan Offline-First Architecture, yakni arsitektur yang memungkinkan aplikasi tetap berfungsi secara optimal meski tanpa jaringan internet.
Teknologi ini diperkuat oleh NexaDBLite sebagai sistem penyimpanan lokal serta fitur sinkronisasi otomatis ketika koneksi jaringan tersedia kembali.
Dengan cara ini, petugas lapangan tetap dapat menginput data secara langsung, termasuk di wilayah yang memiliki akses internet terbatas.
Saat membuka pelatihan operator teknis di Kantor Tatiye.net pada Selasa (18/11/2025), Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, Kamri Alwi, mengungkapkan bahwa penerapan NexaUI mampu menekan biaya operasional hingga 80 persen.
“Petugas tidak perlu lagi membuat laporan manual atau turun lapangan hanya untuk memantau perkembangan data. Semua sudah tercatat dan dapat dipantau secara real time. Ini memangkas waktu dan meminimalisir anggaran,” jelas Kamri.
Kamri menambahkan bahwa teknologi ini akan mempercepat pelayanan dalam mengidentifikasi kebutuhan petani, sekaligus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi layanan.
Selain itu, hal terpenting lainnya adalah, Ia juga optimis bahwa kerja sama strategis ini dapat memberikan dampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pertanian Pohuwato.
“Saya optimis, Desember akhir tahun ini, target PAD dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Tatiye.net, Abdul Maskur Saleh, memastikan bahwa Framework NexaUI telah terintegrasi penuh dengan sistem utama Pemerintah Daerah Pohuwato. Integrasi tersebut meliputi akses data publik hingga data terbatas untuk kebutuhan internal.
“Seluruh sistem telah terhubung langsung ke Portal Satu Data Indonesia Pohuwato (POSDIP). Dengan demikian, data dapat diakses secara cepat, aman, dan terstruktur sesuai standar pemerintah,” terang Maskur.
Dengan penerapan teknologi ini, Dinas Pertanian Pohuwato diharapkan mampu memperkuat tata kelola data, mempercepat layanan publik, serta menjadi model bagi OPD lain dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencapaian target kinerja di tahun-tahun mendatang.













