WARTANESIA.ID – Sebuah video yang memperlihatkan adu argumen antara seorang pria yang diduga karyawan perusahaan tambang Pani Gold Mine dengan sejumlah penambang viral di media sosial, Rabu (13/5/2026).
Dalam video tersebut, pria berbaju hijau yang mengaku sebagai Sukriyanto Puluhulawa, terlihat terlibat perdebatan terkait persoalan lahan warga yang kini dikuasai pihak perusahaan.
Salah satu sumber menyebut, perdebatan itu dipicu persoalan ganti rugi lahan milik masyarakat yang dinilai belum terselesaikan.
Namun, yang menjadi sorotan publik adalah ucapan oknum karyawan tersebut yang dianggap arogan dan merendahkan para penambang.
“Pantang bernegosiasi dengan penjahat (penambang),” ujar pria itu dalam video yang beredar.
Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari para penambang. Mereka mengaku keberatan dan tidak menerima pernyataan yang dinilai menyudutkan masyarakat penambang tradisional.
“Kalimat penjahat yang dialamatkan kepada kami itu tidak dapat kami terima. Jauh sebelum perusahaan masuk, kami secara turun-temurun sudah berada di sini untuk menambang,” ujar salah satu penambang.
Menurut mereka, kehadiran perusahaan tambang justru membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian, bahkan memicu konflik sosial di tengah warga.
Sementara itu, pihak Pani Gold Mine melalui Humas, Ezra Melita Sitanggang, menjelaskan bahwa, pria dalam video tersebut merupakan advisor dari salah satu tim atau departemen perusahaan.
Ezra mengatakan, situasi di lapangan saat kejadian berlangsung cukup dinamis dan terjadi eskalasi ketegangan dari berbagai pihak, sehingga peristiwa itu perlu dipahami secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan video yang beredar.
“Pada prinsipnya, perusahaan tetap mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan komunikasi yang baik dalam setiap aktivitas maupun interaksi di lapangan. Hal-hal yang menjadi perhatian publik tentu akan menjadi bahan evaluasi internal bagi perusahaan,” jelas Ezra, Jumat (15/5/2026).








