WARTANESIA.ID – Belum reda amarah publik, pihak perusahaan Pani Gold Mine (PGM) kembali menjadi sorotan usai beredarnya video yang diduga memperlihatkan tindakan intimidasi oleh oknum karyawannya, terhadap para penambang tradisional Pohuwato, Senin (18/05/2026).
Video tersebut mencuat setelah sebelumnya publik dibuat geram oleh pernyataan kontroversial “pantang negosiasi dengan penjahat” yang diduga disampaikan oleh salah satu karyawan perusahaan.
Dalam video terbaru yang beredar luas di media sosial, sosok yang diduga merupakan orang yang sama pada video viral sebelumnya, yakni Sukriyanto Puluhulawa, terlihat terlibat adu argumen dengan sejumlah penambang tradisional di lokasi pertambangan.
Padahal, beberapa pekan lalu, publik sempat menyoroti pernyataan Sukriyanto Puluhulawa yang disebut merupakan karyawan Pani Gold Mine.
Pernyataan tersebut ditujukan kepada masyarakat penambang dan sejumlah wartawan dengan kalimat, “pantang negosiasi dengan penjahat”.
Kini, publik kembali dihebohkan dengan potongan video berdurasi 7 menit 34 detik yang dinilai bernada intimidatif terhadap para penambang tradisional.
Dalam salah satu potongan video pada menit ke-4.20, terdengar ucapan: “Kalau kau sinis-sinis saya mo bongkar pake alat. Kau mo apa? Saya mo tanya kau mo apa,” ujar sosok yang diduga Sukriyanto Puluhulawa.
Sementara pada menit ke-7.33, kembali terdengar pernyataan lain yang menuai perhatian publik. “Ngana tentara atau polisi? Soalnya agak berani sedikit. Kalau ngana bilang ngana tentara, kita somo telpon TNI, kita suru tangkap ngana,” ujarnya dalam video tersebut.
Beredarnya video itu langsung memicu perdebatan di tengah masyarakat, terlebih karena yang bersangkutan sebelumnya telah menjadi sorotan akibat pernyataan “pantang negosiasi dengan penjahat” dan menjadi viral di media sosial.
Perusahaan pun telah menyatampaikan permohonan maaf atas insiden viral itu.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pokok perdebatan dalam video tersebut. Namun, diduga para penambang diminta untuk kembali mengosongkan lokasi yang kini berada dalam penguasaan pihak perusahaan, termasuk membongkar tenda-tenda milik mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak Pani Gold Mine belum mendapatkan tanggapan.













