WARTANESIA – Kasus dugaan video asusila yang menyeret nama Wakil Ketua Fraksi DKN DPRD Kabupaten Gorontalo, RM, terus menjadi sorotan publik. Video berdurasi sekitar 10 detik yang beredar luas di media sosial itu memicu reaksi internal partai dan fraksi di lembaga legislatif daerah.
RM diketahui merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Boliyohuto Cs. Saat ini, proses penanganan secara internal tengah berjalan dan keputusan sanksi tinggal menunggu hasil dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Ketua DPC PKB Kabupaten Gorontalo, Ade Sera Rahim, menyampaikan pihaknya telah menggelar rapat internal menyikapi persoalan yang menyeret kadernya tersebut.
“Kami sudah melakukan rapat dan membahas terkait sanksi yang akan dijatuhkan,” ujar Ade, Sabtu (21/02/2026).
Menurutnya, hasil rapat tersebut telah diteruskan ke DPP PKB untuk mendapatkan keputusan final. DPC, kata dia, kini hanya menunggu arahan dan ketetapan resmi dari tingkat pusat.
“Semua sudah kami sampaikan ke DPP. Tinggal menunggu keputusan,” tambahnya.
Meski demikian, Ade enggan membeberkan bentuk sanksi yang direkomendasikan dalam rapat internal tersebut. Ia meminta publik menunggu keputusan resmi dari DPP PKB.
Sementara itu, dari internal fraksi di DPRD, anggota Fraksi DKN, Hamka Pakaja, mengatakan pihaknya juga telah melakukan pembahasan terkait persoalan tersebut. Namun, Fraksi DKN memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada partai yang bersangkutan.
“Kami tidak ingin berkomentar lebih jauh karena ini sudah kami serahkan ke internal partai,” kata Hamka.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan bahwa persoalan yang menimpa Rahmat Maku tidak berdampak pada soliditas dan kinerja fraksi di DPRD Kabupaten Gorontalo.
“Ini persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan kerja-kerja fraksi. Kami tetap solid,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, video yang beredar menampilkan sosok pria yang diduga Rahmat Maku tengah melakukan panggilan video dengan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. Video tersebut viral dan menuai beragam tanggapan masyarakat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari RM terkait video yang beredar tersebut. Publik pun menanti langkah tegas dari partai sebagai bentuk penegakan disiplin dan etika kader.









