WARTANESIA.ID — Dua remaja di Gorontalo menjadi sorotan setelah rekaman siaran langsung (live) di TikTok yang diduga memuat tindakan tidak senonoh beredar di media sosial dan memicu perhatian masyarakat.
Video tersebut diketahui berdurasi sekitar satu menit. Rekaman yang awalnya muncul dalam siaran langsung itu kemudian diduga direkam ulang dan disebarluaskan melalui sejumlah platform media sosial.
Belakangan, pihak yang diduga sebagai perempuan dalam rekaman tersebut memberikan klarifikasi.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menimbulkan keresahan setelah rekaman siaran langsung itu tersebar.
“Saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya yang melakukan live malam-malam, live yang tidak menyenangkan atau tidak seronok. Bagi penonton live saya, saya meminta maaf sebesar-besarnya,” ungkap perempuan yang diduga merupakan salah satu pihak dalam video tersebut.
Permintaan maaf tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pihak juga meminta aparat kepolisian menindaklanjuti dugaan penyebaran rekaman tersebut, termasuk terhadap pihak-pihak yang menyebarluaskannya kembali, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan video tersebut maupun langkah hukum yang akan dilakukan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengunduh, menyimpan, maupun menyebarluaskan kembali rekaman yang diduga memuat konten seksual, terlebih jika melibatkan remaja.
Penyebaran ulang konten semacam itu dapat berdampak serius terhadap pihak yang terlibat dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.













