Target 500.000 Ons Per Tahun, Tambang Emas Pani Terbesar di Asia Pasifik

WARTANESIA – Prospek emiten baru di pasar modal, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dinilai cukup menjanjikan seiring masuk fase produksi.

Dilansir dari Investor.id, Senin (30/03/2026), EMAS merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi serta tambang tembaga Wetar.

banner 468x60

Saat ini, EMAS juga mengembangkan Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang memiliki sumber daya sekitar 7 juta ons emas. Produksi komersial proyek tersebut ditargetkan mulai pada kuartal I/2026.

Proyek Pani dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dan berumur panjang, dengan target produksi puncak mencapai 500.000 ons emas per tahun. Angka tersebut memperkuat posisi proyek ini sebagai salah satu aset strategis perusahaan di masa depan.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia, menilai valuasi EMAS saat ini sangat bergantung pada potensi besar Proyek Pani.

“Dan berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik,” ujar Liza Camelia kepada Investor Daily, dikutip Jumat (26/09/2025).

Ia menjelaskan, proyek tersebut menargetkan kapasitas produksi 145 ribu ons per tahun dengan cash cost sekitar US$800/oz dan AISC US$990/oz. Saat ini, kapasitas produksi berada di kisaran 115.000 ons per tahun dengan cash cost US$1.017/oz dan AISC US$1.337/oz.

Dengan asumsi faktor kapasitas 90%, produksi Pani diperkirakan mencapai 130.000 ons. Hal ini akan mendorong total produksi emas MDKA sebagai induk usaha EMAS menjadi sekitar 235.000 ons pada tahun depan.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan segmen emas pada 2026 diproyeksikan mencapai US$533 juta, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$261 juta.

“EMAS tetap terkonsolidasi, sehingga setelah beroperasi akan tetap memberi kontribusi signifikan ke pendapatan MDKA,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan perseroan, progres pembangunan Proyek Pani telah mencapai 67% hingga akhir Juni 2025. Manajemen menyebut seluruh tahap rekayasa detail dan proses pengadaan telah rampung, dan saat ini kontraktor tengah melakukan pemasangan infrastruktur pengolahan serta kelistrikan.

Dengan perkembangan tersebut, Proyek Pani diyakini menjadi salah satu motor pertumbuhan utama bagi EMAS sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri pertambangan emas global.