WARTANESIA.ID — Sumo Award kembali hadir sebagai ruang apresiasi bagi figur-figur inspiratif asal Gorontalo. Pendiri Sumo Foundation, Suharso Monoarfa, mengatakan ajang tersebut dirancang untuk mengangkat kisah orang-orang luar biasa yang selama ini belum banyak mendapat sorotan publik.
Menurut Suharso, Sumo Award tidak semata-mata ditujukan bagi tokoh besar atau figur yang telah dikenal luas. Penghargaan ini justru ingin memberikan ruang kepada mereka yang bekerja dan berkontribusi secara nyata, meski kiprahnya kerap luput dari perhatian.
Suharso menggambarkan filosofi tersebut melalui analogi sebuah wadah yang diisi batu karang besar, kelereng, dan butiran pasir.
“Batu karang besar itu ibarat tokoh publik atau tokoh besar. Tapi kalau pasir dimasukkan belakangan, semua tempat akan terisi sempurna. Saya dan Sumo Foundation hanya menjadi fasilitator untuk merangkul ‘butiran pasir’ ini—sosok-sosok hebat yang tak terlihat, namun memberi kontribusi nyata,” ujar Suharso, Kamis (20/8/2026) malam.
Ia menilai, inspirasi tidak selalu lahir dari sosok yang berada di panggung utama. Banyak masyarakat biasa yang dengan ketekunan, kepedulian, dan karya mereka justru memberikan dampak besar bagi lingkungan serta daerahnya.
Karena itu, Sumo Award diharapkan menjadi wadah untuk menemukan, mengenali, sekaligus memberikan apresiasi kepada figur-figur tersebut.
Bagi Suharso, Gorontalo juga memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tempat asal. Daerah ini merupakan ruang yang menyatukan siapa saja yang memiliki kepedulian dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
“Gorontalo bukan sekadar rumah, tapi home—kediaman hati bagi siapa saja yang berkontribusi untuk daerah ini,” pungkasnya.






