WARTANESIA.ID – Anggota DPD RI/MPR RI Perwakilan Provinsi Gorontalo, Hi. Syarif Mbuinga, melaksanakan kegiatan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) pada Selasa, (16/6/2026, pukul 08.00–12.15 WITA.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta ini menjadi wadah dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran dan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Peserta yang terdiri atas mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dan masyarakat umum mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Mereka aktif menyimak pemaparan materi serta berpartisipasi dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.
Dalam sambutannya, Hi. Syarif Mbuinga menegaskan bahwa penyerapan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas konstitusional sebagai Anggota DPD RI dan MPR RI. Menurutnya, forum dialog menjadi sarana efektif untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan, harapan, dan masukan masyarakat yang selanjutnya akan diperjuangkan di tingkat nasional.
“Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang sangat penting untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi perhatian dan bagian dari upaya kami dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat,” ujar Hi. Syarif Mbuinga.
Kegiatan tersebut menghadirkan Romatun Alamri, aktivis pro demokrasi Gorontalo, sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Penguatan Wewenang MPR dalam Perspektif Aktivis dan Masyarakat Sipil.”
Dalam paparannya, Romatun menjelaskan bahwa penguatan kewenangan MPR RI harus dipahami dalam kerangka menjaga konstitusi, memperkuat demokrasi, serta memastikan penyelenggaraan negara tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawal proses demokrasi dan memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, sinergi antara lembaga negara, kalangan akademisi, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel.
Suasana diskusi berlangsung dinamis. Puluhan peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menyampaikan pandangan, kritik, serta aspirasi mengenai penguatan kelembagaan negara, pembangunan daerah, pendidikan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Antusiasme mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan mencerminkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap dinamika ketatanegaraan dan masa depan demokrasi Indonesia.
Sementara itu, masyarakat yang hadir berharap lembaga negara terus memperkuat fungsi representasi dan pengawasan agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Seluruh aspirasi yang disampaikan menjadi bahan masukan dalam pelaksanaan tugas konstitusional Anggota DPD RI/MPR RI.
Kegiatan ASMAS ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membangun ruang dialog yang konstruktif antara wakil rakyat dan masyarakat. Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang mampu memperkuat kehidupan demokrasi, meningkatkan partisipasi publik, serta mendorong pembangunan daerah dan nasional yang lebih baik.







